Di Bantaeng, Polisi Musnahkan 900 Botol Miras Berbagai Merek

Selanjutnya, miras yang telah dikeluarkan dari kardusnya dan disusun di atas terpal digilas menggunakan alat berat.

Di Bantaeng, Polisi Musnahkan 900 Botol Miras Berbagai Merek
edi hermawan/tribunbantaeng.com
Kepolisian Resort (Polres) Bantaeng memusnahkan 900 botol miras berbagai merek di Halaman Mapolres Bantaeng, Jl Sungai Bialo, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Senin (14/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunBantaeng.com, Edi Hermawan

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Kepolisian Resort (Polres) Bantaeng memusnahkan 900 botol miras berbagai merek di Halaman Mapolres Bantaeng, Jl Sungai Bialo, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Senin (14/5/2018).

Pemusnahan miras pabrikan tersebut diawali dengan pemusnahan secara simbolis oleh unsur forkopimda dengan melempar botol miras.

Selanjutnya, miras yang telah dikeluarkan dari kardusnya dan disusun di atas terpal digilas menggunakan alat berat hingga semua botolnya pecah.

Selain miras pabrikan tersebut, juga dimusnahkan 500 liter minuman beralkohol tradisional jenis ballo dengan cara ditumpahkan ketanah.

Kapolres Bantaeng, AKBP Adip Rojikan mengungkapkan miras yang dimusnahkan itu merupakan hasil operasi yang dilakukan dalam sebulan terakhir.

Baca: Antisipasi Tindak Kriminal, Polres Pinrang Musnahkan Ribuan Botol Miras

Baca: Asyik Konsumsi Miras Oplosan, 11 Remaja Diciduk Patmor Polres Selayar

"Ini merupakan hasil operasi kami, dengan mengamankan miras ilegal pabrikan maupun jenis lokal yaitu ballo," ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa razia penertiban miras ilegal tidak hanya menjadi tugas pihak Kepolisian, tetapi juga bagian dari tugas Satpol PP.

Apalagi, miras jenis ballo menurutnya sangat berbahaya jika dikonsumsi, sebab jika ditinjau dari segi kesehatan saat penyimpanannya sangat tidak layak.

"Saya bahkan ikuti langsung proses penyulingan mulai pada pohon lontar, hingga proses penyimpanan yang pada akhirnya mengeluarkan busa. Disitu sudah berbagai jenis binatang kecil yang ada jadi sangat tidak higienis untuk dikonsumsi," jelasnya.

Ia juga menyarankan agar ballo sebaiknya digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan gula merah saja, ketimbang dijual sebagai miras.

Sementara itu, Perwakilan Kajari Bantaeng mengungkapkan bahwa eksekusi tersebut adalah bagian dari tugas kejaksaan selaku eksekutor.

Namun tempatnya tidak melulu harus pada Kantor kejaksaan, tetapi bisa dilakukan pada tempat manapun juga termasuk di Mapolres Bantaeng.

"Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kapolres Bantaeng yang telah memfasilitasi kami pada pemusnahan miras ini," ujarnya.(*)

Penulis: Edi Hermawan
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help