NH Aziz

Unggul di Survei CSIS, Ustad Aziz: Jangan Terlena

Senator nonaktif tiga periode berturut-turut ini menegaskan, pencapaian tersebut harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan.

Unggul di Survei CSIS, Ustad Aziz: Jangan Terlena
HANDOVER
Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pasangan calon Gubernur-calon Wakil Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar terus menunjukkan tren positif menjelang hari pemilihan.

Di survei terbaru yang dirilis CSIS, pasangan nasionalis-religius ini mengalami peningkatan elektabilitas.

Merespons hasil survei tersebut, Aziz Qahhar tak ingin terlena.

Bukan berleha-leha, Senator nonaktif tiga periode berturut-turut ini menegaskan, pencapaian tersebut harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan.

"Jangan sampai terlena, alhamdulillah, hasil survei ini harus kita pertahankan. Insya Allah, Tuhan telah mendengarkan visi-misi dan cita-cita NH-Aziz untuk melahirkan perubahan di Sulsel yang lebih baik, maju, dan mandiri," ujarnya via rilis, Minggu (13/5/2018).

Baca: Sosok NH-Aziz di Mata Sekjen Kerukunan Keluarga Luwu Raya

Lebih lanjut, Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah ini pun menekankan, ikhtiar harus terus dilakukan secara berlanjut.

Sosialisasi di berbagai tingkatan masyarakat perlu digenjot, kata Ustad Aziz.

Terlebih, sisa masa kampanye semakin menipis.

"Setelah berusaha maksimal, kita harus yakin bahwa Allah Swt mendengarkan doa kita semua. Kita serahkan kepada Tuhan yang Maha berkehendak, Tuhan yang mengatur segalanya," pesannya.

Adapun berdasarkan survei CSIS, pasangan Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar unggul telak dengan persentase 30,6 persen.

Baca: Anggota DPRD Maros Ini Sebut Program NH-Aziz Paling Pro Rakyat, Calon Lain?

Pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman dan Ichsan Yasin Limpo-Andi Muzakkar bersaing ketat dengan persentase 21,2 persen dan 20,7 persen.

Sementara, Agus Arifin Nu'mang-Tanri Bali Lamo meraih persentase 9,9 persen.

Sisanya, 17,6 persen memilih tidak tahu/tidak menjawab.(*)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help