THR Harus Cair Seminggu Sebelum Hari Raya, Apindo: Kami Selalu Tepat Waktu

Keuntungan perusahaan sangat menetukan pembayaran THR dan hal ini perlu diketahui oleh karyawan.

THR Harus Cair Seminggu Sebelum Hari Raya, Apindo: Kami Selalu Tepat Waktu
INT
THR

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Kegamaan Tahun 2018, yang ditujukan kepada gubernur, bupati, wali kota se-Indonesia telah ditandatangani Menteri Ketenagakerjaan (Menaker).

Pada surat itu disebutkan, pemberian THR keagamaan bagi pekerja merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri dalam keterangan persnya memerintahkan kepada perusahaan untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pekerjanya paling lambat satu minggu sebelum lebaran.

Menanggapi hal tersebut Sekretaris Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Perusahaan Indonesia (Apindo) Sulsel, Yusran IB Herald menuturkan, setiap tahun dan setiap hari raya pengusaha sudah melakukan pembayaran tepat waktu yakni seminggu sebelum hari raya.

Baca: ALHAMDULILLAH! THR PNS Tahun Ini Akan Naik, Terima Gaji 13 dan Gaji Reguler Sebelum Lebaran

"Semoga tahun ini akan seperti itu mengingat kurs Dolar sampai saat ini masih tinggi dan hal ini sangat mempengaruhi produktifitas dan harga jual produk," katanya yang dihubungi, Minggu (13/5/2018) 

Keuntungan perusahaan sangat menetukan pembayaran THR dan hal ini perlu diketahui oleh karyawan.

"Kita berharap kondisi ekonomi membaik dan keamanan kondusif," ujarnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016, pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan pengusaha kepada pekerja/buruh.

Pemberian THR Keagamaan tersebut, menurut Menaker, diberikan pekerja yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus-menerus atau lebih.

Baca: Kabar Gembira PNS! Juni Sebelum Lebaran 3 Kali Terima Gaji, THR & Gaji 13 Segini Jumlahnya

Kemudian pekerja yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

Adapun besaran THR Keagamaan dalam SE tersebut yakni, bagi pekerja yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus-menerus atau lebih, diberikan sebesar satu bulan upah.

Bagi pekerja yang mempunyai masa kerja satu bulan secara terus-menerus tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan, masa kerja dibagi 12 bulan dikali satu bulan upah. (Aly)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved