Mahasiswa Indonesia di Iran Kecam Teror Bom di Tiga Gereja Surabaya

Tragedi kemanusiaan ini mendapat respon banyak pihak yang mengutuk tindakan biadab tersebut.

Mahasiswa Indonesia di Iran Kecam Teror Bom di Tiga Gereja Surabaya
citizen reporter
Ismail Amin

Muhammad Ghiffari

Presiden IPI Iran 2018-2019

TRIBUN-TIMUR.COM - Aksi teror terjadi di Surabaya, Jawa Timur, menyasar tiga  gereja dan menelan korban jiwa sekurang-kurangnya 11 orang pada Ahad (13/5/2018).

Menurut laporan saksi mata, ledakan bom yang terjadi di tiga gereja dengan lokasi yang berbeda tersebut merupakan aksi bom bunuh diri, termasuk melibatkan pelaku seorang perempuan yang membawa dua anak.

Tragedi kemanusiaan ini mendapat respon banyak pihak yang mengutuk tindakan biadab tersebut, tidak terkecuali mahasiswa dan pelajar Indonesia di Republik Islam Iran.

Baca: Saksi Mata Ungkap Ciri-ciri Pelaku Bom Gereja Surabaya, 2 Tewas, 1 Masih Berkeliaran

Berikut ini pernyataan sikap Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran atas teror bom di tiga gereja di Surabaya

Mengecam dan mengutuk keras aksi bom bunuh diri yang menelan korban jiwa dan luka-luka yang terjadi di tiga gereja: Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, Gereja Pantekosta Pusat Surabaya atau GPPS Jemaat Sawahan dan di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro 146 pada Minggu, 13 Mei 2018.

Aksi bom bunuh diri tersebut bukan dari ajaran agama Islam dan bukan dari ajaran agama manapun. 

Meminta aparat Kepolisian dan pihak terkait untuk segera menangani kasus teror ini dan memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat. IPI Iran mendukung langkah tegas Kepolisian Republik Indonesia dalam menangani aksi terorisme.

Mengucapkan belasungkawa kepada para keluarga korban jiwa, dan korban yang luka-luka semoga bisa kembali sehat sebagaimana sediakala. 

IPI Iran berharap kondisi bisa kembali normal dan jaringan terorisme bisa segera dibekuk agar peristiwa teror serupa tidak terulang lagi. IPI Iran turut menghimbau agar masyarakat Indonesia tidak mudah terprovokasi dan terpancing hasutan yang dapat memecah belah dan menyebabkan disintegrasi bangsa.(*)

Penulis: CitizenReporter
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved