Inspiratif! Tukang Bubur di Gowa Sukses Sekolahkan Anak hingga Sarjana, Ada yang Jadi Dosen Lho!

Tetapi berkat ketekunan dan kesabaran, ia bisa berhasil membuat ketiga anaknya sukses.

Inspiratif! Tukang Bubur di Gowa Sukses Sekolahkan Anak hingga Sarjana, Ada yang Jadi Dosen Lho!
muh ihsan harahap/tribuntakalar.com
Ahmad Dg Lawa (68) 

Laporan Wartawan TribunTakalar.com, Muhammad Ihsan Harahap

TRIBUNTAKALAR.COM, BAJENG - Kerja keras pasti membuahkan hasil. Tengok saja kisah inspiratif dari Ahmad Dg Lawa (68), penjual bubur ketan hitam yang berasal dari Dusun Bontobu'ne, Kelurahan Tangkebajeng, Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Dari hasil jualan bubur itu, ia berhasil menyekolahkan tiga anaknya hingga sarjana. Setiap hari, ia menjajakan dagangannya menggunakan sepeda ontel tua miliknya.

Ia mengayuh sepeda dari rumahnya di Bontobu'ne hingga Panciro, Kabupaten Gowa, sejauh 15 km pulang-pergi setiap hari.

"Saya telah berjualan bubur sejak tahun 1970-an, tepat setelah saya menikah," kata Ahmad Dg Lawa yang ditemui TribunTakalar.com di Desa Bontokaddopepe, Galesong Utara, Takalar, Minggu (13/5/2018).

Baca: Hari Kartini, Swiss-belHotel Makassar Talk Show Wanita Inspiratif Masa Kini

Baca: Inspiratif, Ini Kisah Perjuangan Pemuda Takalar Membangun Bisnis Donat Ampa Bakery

"Anak ketiga saya seorang perempuan adalah dosen di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Ia juga sedang kuliah S3 di sana. Anak kedua saya perawat, sedang kuliah S2. Sedangkan yang ketiga sedang bekerja dalam proyek pengaspalan di Papua. Dia alumni Teknik Sipil UMI," tuturnya.

Suami dari Sawati Dg Kanang (67) ini menuturkan meski ia berjualan bubur, tetapi berkat ketekunan dan kesabaran, ia bisa berhasil membuat ketiga anaknya sukses.

"Alhamdulillah, mudah-mudahan ini berkat rejeki yang halal yang saya berikan kepada anak saya. Saya juga memiliki tetangga yang baik," kata Ahmad yang menjajakan buburnya Rp 5.000 per porsi ini.

Dari hasil dagangannya itu, setiap hari ia mendapatkan keuntungan Rp 150 ribu rupiah.

"Modalnya juga tidak banyak, nak. Saya juga memiliki banyak pelanggan di sini. Saya masih ingat dulu belum banyak rumah di sekitar sini, masih hutan," tutur Ahmad yang telah berjualan bubur keliling selama 40 tahun.(*)

Penulis: Muhammad Ihsan Harahap
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help