Pilwali Makassar 2018

Anulir Putusan Mahkamah Agung, Danny Pomanto Sebut Panwaslu Makassar Catat Sejarah

Lembaga ad hoc ini berhasil menganulir keputusan dari lembaga peradilan tertinggi di Indonesia, Mahkamah Agung (MA).

Anulir Putusan Mahkamah Agung, Danny Pomanto Sebut Panwaslu Makassar Catat Sejarah
HASIM
Musyawarah Senketa Pemilihan Wali Kota Makassar 2018 di Sekretariat Panwas Kota Makassar, Jl Anggrek Raya, Makassar, Sulsel, Minggu (13/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Makassar berhasil membuat sejarah baru.

Lembaga ad hoc ini berhasil menganulir keputusan dari lembaga peradilan tertinggi di Indonesia, Mahkamah Agung (MA).

Padahal, MA sudah memutuskan untuk menerima gugatan kandidat wali kota dan wakil wali kota Makassar, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi dengan konsekuensi diskualifikasi Danny Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti sebagai calon wali kota dan wakil wali kota Makassar.

"Sejarah telah kita catat, sejarah telah kita catat," ujar Danny Pomanto saat menggelar orasi di kediaman pribadinya, Jl Amirullah, Makassar, Sulsel, Minggu (13/5/2018).

Danny pun meminta kepada relawan, simpatisan dan tim untuk mengawal KPU Makassar selama tiga hari ke depan.

Panwas menerima permohonan gugatan DIAmi dalam sidang ini untuk dikembalikan sebagai calon wali kota dan wakil wali kota Makassar.

Selain itu, Panwas juga menganggap DIAmi tidak melanggar pasal 71 ayat 3 dalam undang-undang No 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). (*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help