Pegiat Literasi di Bulukumba Bakal 'Lebaran' Setiap Tanggal 17, Ini Maksudnya

Kesempatan tersebut juga digunakan untuk membahas berbagai hal dalam upaya mendorong kebangkitan literasi di Bulukumba.

Pegiat Literasi di Bulukumba Bakal 'Lebaran' Setiap Tanggal 17, Ini Maksudnya
firki/tribunbulukumba.com
Pegiat literasi Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), telah mengadakan pertemuan beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Para penggiat literasi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), telah mengadakan pertemuan beberapa waktu lalu.

Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Wabup Bulukumba, Tomy Satria Yulianto, serta dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip A Baso Masykur beserta jajarannya.

Pertemuan para penggiat literasi dan pengelola Taman Baca Masyarakat (TBM) ini menghadirkan Nirwan Arsuka, tokoh Jaringan Pustaka Bergerak Indonesia.

Kesempatan tersebut juga digunakan untuk membahas berbagai hal dalam upaya mendorong kebangkitan literasi di Bulukumba.

Satu persatu penggiat literasi menyampaikan uneg-unegnya dalam mengawal gerakan literasi di Bulukumba, diantaranya dari Rumah Baca Pinisi, Rumah Belajar Bersama, Rumah Pintar Az Zahra Kassi, Youth Hub Bulukumba, dan Ontel Pustaka.

Pengelola Rumah Baca Pinisi Basmawati mengungkapkan, pihaknya bersama teman-temannya sudah mengagendakan setiap tanggal 17 bakal membuka lapak buku ramai-ramai di tempat terbuka, seperti di lapangan Pemuda atau Taman Kota.

"Tanggal 17 itu, kami ibaratkan hari lebarannya penggiat literasi. Selain menyiapkan buku bacaan, kami juga menyiapkan buku mewarnai untuk anak-anak,” ujar Basmawati, via rilis yang diterima TribunBulukumba.com, Selasa (8/5/2018).

Di tanggal tersebut, tambah Basmawati, pihaknya mengundang teman-teman wirausaha makanan maupun minuman yang bisa disajikan selama acara berlangsung, sehingga orang tua yang mengantar anaknya dapat menikmati makanan dan minuman di lokasi kegiatan.

Sementara itu, Tomy Satria Yulianto mengatakan upaya gerakan literasi harus dimulai dan tumbuh dari bawah masyarakat itu sendiri dan tidak perlu menunggu instruksi secara formal dari pemerintah untuk mewujudkan budaya literasi.

"Ketika gerakan itu dimulai dari kesadaran masyarakat itu sendiri dalam membaca dan menulis, maka yakin saja budaya itu akan langgeng karena membaca buku itu sudah menjadi kebutuhannya," ujar wabup berkacamata itu.

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved