PMII Barru Soroti Proyek RKA di Soppeng Riaja, Tuding Satker Langgar Kesepakatan Mediasi

PMII Barru kembali menyoroti proyek RKA di Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel).

PMII Barru Soroti Proyek RKA di Soppeng Riaja, Tuding Satker Langgar Kesepakatan Mediasi
HANDOVER
Ketua PMII Barru, Mirsal (kanan) dan Sekretarisnya, Herdiansyah. 

Laporan Wartawan TribunBarru.com, Akbar HS

TRIBUNBARRU. COM, BARRU - PMII Barru kembali menyoroti proyek RKA di Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sorotan PMII Barru kali ini muncul karena adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan pihak Satker terhadap proyek pengerjaan RKA di Soppeng Riaja.

Menurut Ketua PMII Barru, Mirsal, Satker RKA telah melanggar perjanjian yang telah disepakati sebelumnya dengan masyarakat setempat, terkhusus bagi ahli waris pekuburan di Soppeng Riaja.

"November 2017 lalu, Satker pernah melakukan perjanjian dengan ahli waris kuburan di Soppeng Riaja disaksikan pihak terkait. Perjanjian itu dilakukan melalui mediasi terkait pembongkaran kuburan yang digelar di kantor Bupati Barru waktu itu," kata Mirsal kepada TribunBarru.com, ditemui di kantor Pemda Barru, Senin (7/5/2018).

Menurut Mirsal, pelanggaran yang dilakukan Satker adalah adanya aktivitas pengerjaan proyek di area pekuburan Soppeng Riaja.

Padahal, kata dia, sebelumnya sudah disepakati bahwa pengerjaan proyek di area pekuburan yang memiliki 809 makam itu agar dihentikan sementara.

Kesepakatan itu berkahir hingga Satker RKA menemukan solusi terkait polemik rencana pembongkaran dan pemindahan kuburan Soppeng Riaja yang rencananya akan dibanguni RKA.

"Yang terjadi di lapangan sekarang, proyek masih tetap berjalan. Itu sudah melanggar perjanjian yang telah disepakati pada saat kita sudah mediasi atau duduk bersama membicarakan hal itu," ujarnya.

Selain itu, lanjut Mirsal, kesepakatan lain yang dilanggar pihak pelaksana proyek RKA adalah tanah yang berhamburan di jalan raya hanya disirami air.

"Padahal kesepakatan sebelumnya dikatakan akan dilakukan penyemprotan tapi dia hanya siram saja jadi tanah yang berhambur di jalan raya tidak bersih," ucap Mirsal.

Hal tersebut yang menurutnya membuat masyarakat terganggu dengan tanah RKA yang berhamburan tersebut.

"Kalau debunya mungkin bisa saja hilang untuk sementara, tapi kan jadi licin dan itu justru lebih berbahaya karena membahayakan pengendara yang melintas," ungkapnya.

Mirsal pun berharap, agar pelaksana proyek atau Satker RKA dapat menjalankan komitmen yang telah disepakati bersama masyarakat setempat, khsususnya ahli waris kuburan.

"Saat mediasi berikutnya nanti kita akan sampaikan lagi soal ini ke Bupati. Karena yang diinginkan sebenarnya selain daripada perosalan rencana pembongkaran kuburan di Soppeng Riaja terselesaikan, tentu juga kita ingin agar proyek RKA berjalan lancar tanpa ada masyarakat yang dirugikan," tandasnya.

Penulis: Akbar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved