Oknum Polantas Aniaya Siswa, Ketum HMI Bulukumba: Kasatlantas Baru Punya Tugas Besar

Hal tersebut sangat mencoreng citra institusi penegak hukum di tengah usaha mengembalikan kepercayaan sebagian masyarakat.

Oknum Polantas Aniaya Siswa, Ketum HMI Bulukumba: Kasatlantas Baru Punya Tugas Besar
firki/tribunbulukumba.com
Ketua HMI Bulukumba, Rakhmat Fajar. 

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Ketua HMI Bulukumba, Rakhmat Fajar, mendesak Kapolda Sulsel dan Kapolres Bulukumba untuk mengusut dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum Polisi Lalulintas (Polantas) Polres Bulukumba.

Sebelumnya, kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum Polisi Lalulintas Polres Bulukumba, Aiptu AK, bersama rekannya, terhadap siswa SMK, bernama A Arya (17), warga Jl Lure, Kelurahan Ela-ela, Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba, Sulsel, beredar di media sosial (Medsos).

Hal tersebut menyita perhatian sejumlah masyarakat, termasuk Rakhmat Fajar.

Menurut Fajar, sapaannya, hal tersebut sangat mencoreng citra institusi penegak hukum di tengah usaha mengembalikan kepercayaan sebagian masyarakat.

Menurutnya, hal ini bukanlah yang pertama, karena juga ada beberapa kasus sebelumnya yang melibatkan oknum polantas Polres Bulukumba.

Baca: Warga Tanetang Polisikan Aparat Desanya ke Polres Bulukumba, Ini Masalahnya

Selain itu, Fajar menilai bahwa kasus tersebut juga menjadi tugas besar dan ujian pertama Kasatlantas, AKP Anis Dj, yang belum lama menggantikan AKP Muhammadi Muhtati.

"Kalau terbukti harus di hukum sesuai perbuatanya. Oknum yang beginilah tak patut dipertahankan. Dia yang berbuat  maka satu institusi rusak, Ini tugas Kasatlantas yang baru, untuk memperbaiki mental dan kepribadian oknum angggotanya," ujarnya, Minggu (6/5/2018).

Fajar mengatakan, sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, tak ada alasan bagi polisi untuk bersikap arogan dan represif dalam memberikan tindakan kepada pengendara yang diduga melanggar.

Olehnya itu, ia mendesak Kapolda Sulsel dan Kapolres Bulukumba, untuk tidak tebang pilih memproses kasus tersebut.

Ia juga meminta agar ada evaluasi kinerja  dalam rangka mengembalikan kepercayaan publik, khususnya satuan polisi lalu lintas. (*)

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved