KUR di Sulsel Didominasi Sektor Produksi, Satu-satunya di Indonesia

Realisasi KUR kini lebih besar ke sektor produksi di angka 50,12 persen, naik dari Februari 47,94%.

KUR di Sulsel Didominasi Sektor Produksi, Satu-satunya di Indonesia
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD FADHLY ALI
Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulampua, Dani Surya 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sulsel pada tiga bulan pertama 2018, Januari-Maret cukup agresif. Istimewanya, Sektor produksi untuk kali pertama mengalahkan sektor non produksi.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulampua, Dani Surya belum lama ini menuturkan, serapan KUR pada Januari-Maret 2018 sudah di angka 32,24%.

"Perbankan di Sulsel sudah menyalurkan sekitar Rp 1,74 triliun dari target hingga akhir tahun 5,39 triliun. Istimewanya sektor produksi lebih tinggi dari non produksi. Ini satu-satunya di Indonesia," kata Dani.

Realisasi KUR kini lebih besar ke sektor produksi di angka 50,12 persen, naik dari Februari 47,94%. Sedangkan Sektor non produksi share 49,88 persen turun dari bulan lalu di angka 52,06 persen.

"Plafon sektor produksi di tiga bulan tahun ini untuk kali pertama mengalahkan sektor non produksi mencapai Rp 871 miliar dengan jumlah debitur 38,3 ribu dengan NPL 0,07%," katanya.

Sedangkan plafon sektor non produksi Rp 867 miliar dengan jumlah debitur 31,6 ribu dan NPL 0,01%.

Sektor produksi di dominasi pertanian, perburuan, dan kehutanan dengan plafond Rp 564 miliar, diikuti sektor jasa Rp 193 miliar, industri pengolahan Rp 70,5 miliar, perikanan Rp 41,4 miliar, dan konstruksi Rp 929 juta. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved