Korupsi APBD Sulbar 2016, Jaksa Hadirkan 6 Saksi Untuk Terdakwa Harun

Sidang kedua dengan agenda pemeriksaan saksi dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Mamuju, Beslin Sihombing, selaku ketua majelis hakim

Korupsi APBD Sulbar 2016, Jaksa Hadirkan 6 Saksi Untuk Terdakwa Harun
nurhadi/tribunsulbar.com
Saksi Salman memberikan keterangan untuk terdakwa H Harun di PN Mamuju. 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM,MAMUJU - Pengadilan Tipikor Mamuju, menggelar sidang kedua mantan wakil Ketua DPRD Sulbar, H. Harun, terdakwa perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sulbar 2016, Kamis (3/5/2018).

Sidang kedua dengan agenda pemeriksaan saksi dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Mamuju, Beslin Sihombing, selaku ketua majelis hakim didampingi dua anggota majelis hakim Irawan Ismail dan Andi Adha.

Dalam persidangan terdakwa H. Harun, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan tujuh orang saksi fakta. Namun, hingga persidangan Pukul 18.30 Wita berakhir, hanya dapat menyelesaikan pemeriksaan terhadap enam orang saksi.

Dinataranya Muh. Ismail Amir, selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas PUPR Sulbar, Mahbud, selaku Kontraktor, Sahabuddin selaku kontraktor, Ridha Azis, Salman selaku ajudan terdakwa dan Sudarman juga selaku kontraktor.

TribunSulbar.com, yang melakukan pantauan proses persidangan, saksi Muhammad Ismail, mengaku terdapat lima paket pekerjaan di Majene yang terkait dalam perkara terdakwa.

Dalam Ismail di hadapan majelis hakim dan JPU serta kuasa hukum terdakwa, juga mengaku tidak mengetahui apakah paket pekerjaan tersebut aspirasi atau pokok pikiran (Pokir) dari terdakwa. Namun, jelasnya paket tersebut dikerjakan oleh saksi Salman.

Sementara saksi Mahbub dan Sahabuddin yang diketahui sebagai saudara kandung dihadirkan sebagai pemilik perusahaan, mengaku telah mengerjakan pokir terdakwa sebanyak lima paket. Satu paket ditangani Mahbud dan empat paket ditangani Sahabuddin.

Keduanya mengaku memiliki perusahaan yang berbeda-beda dalam satu keluarga. Bahkan dalam keluarga mereka terdapat lima CV/Perusahaan. Dengan direksi yang berbeda-beda.

Dalam kesaksian Mahbub mengaku satu paket pekerjaan itu berada, di Soreang, Majene. Namun, yang terlibat langsung melakukan pengerjaan adalah Sahabuddin.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help