Ditangkap BNNP Sulbar, Dua Kurir Sabu-sabu Terancam Hukuman Seumur Hidup

ika diuangkan barang tersebut dapat mencapai Rp 1,5 miliar sesuai hasil keterangan yang diambil dari kedua tersangka.

Ditangkap BNNP Sulbar, Dua Kurir Sabu-sabu Terancam Hukuman Seumur Hidup
HANDOVER
Kabid Brantas Herman Mattanete dan Kabid Rehabilitas Nur Apandi BNNP Sulbar memperlihatkan barang bukti satu paket besar sabu dan uang tunai yang disita dari dua orang tersangka di Kantor BNNP Sulbar, Mamuju, Jumat (4/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Dua tersangka penyalahguna narkotika jenis sabu-sabu sekitar satu kilogram yang ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulbar di Pelabuhan Fery Mamuju, Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro, Kamis (3/5/2018). Keduanya pun terancam hukuman mati atau hukuman seumur hidup.

Kepala Brantas BNNP Sulbar, Heman Mattanete mengatakan, mereka berperan sebagai kurir melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana dalam pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentag narkotika.

"Sebagaimana dalam pasal ini. Tersangka terancam hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara enam tahun dan paling lama 20 tahun penjara,"kata Herman Mattanete dalam konferensi pers di kantor BNNP Sulbar, Jl. Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Jumat (4/5/2018)

Selain itu, dua orang tersangka masing-masing Yusran (31) warga Saleppa, Majene dan Usman (27) warga Talangao, Polman, terancam denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

Herman mengungkapkan, selain satu paket besar berisi kristal bening narkotika jenis sabu-sabu yang beratnya diperkirakan kurang lebih 1,5 kilogram, pihaknya juga menyita dua unit handphone android masing-masing merek Samsung oppo dan dua unit nokia kecil masing-masing warna hitam dan biru.

"Kita juga mengamankan satu tas ransel hitam dan satu tas slempang warna hitam digunakan membawa barang dan uang tunai sebesar Rp 1,3 juta," ujarnya.

Barang yang rencanya akan diedarkan di daerah Polman, kata Herman, merupakan barang yang dibawa tersangka dari Sangata, Kalimantan Timur dan diperkirakan barang tersebut merupakan barang yang diselundupkan dari Malaisya.

"Kami perkirakan barang ini dari Malaisya. Karena kalau dari segi jenis bungkusnya identik barang dari Malaysia. Ini tentu akan dilakukan pengembangan dari mana dan akan kemana sebenarnya barang ini, termasuk koordinasi dengan BNNP Kaltim,"ucapnya.

Ia menyebutkan, jika diuangkan barang tersebut dapat mencapai Rp 1,5 miliar sesuai hasil keterangan yang diambil dari kedua tersangka.

"Yang jelas kami sudah tes, dan barang ini positif mengandung metan vitamin dan secara legalitas hukumnya kami akan bawa ke Laboratorium forensik untuk pengujian."ucapnya.

Penangkapan ini, kata perwira polisi berpangkat dua bunga itu, merupakan hasil kerja tim penyidik pemberantasan BNNP Sulbar, kurang lebih satu bulan hingga dapat mengungkap kasus tersebut.

"Pengakuan tersangka mereka baru melakukan. Kemudian akan dibayar 50 juta untuk penjemputan barang ini. Pendalaman kasusnya sudah berjalan kami akan kejar siapa pelaku utamanya. Kami sudah mengantongi nama tapi kami belum bisa sampaikan,"tuturnya.

Penulis: Nurhadi
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help