Sidang Kasus Mayat Mengapung di Sungai Jeneberang Gowa Berakhir Ricuh

Keluarga terdakwa kemudian menyerang keluarga korban hingga adu fisik tak dapat terhindarkan.

Sidang Kasus Mayat Mengapung di Sungai Jeneberang Gowa Berakhir Ricuh
waode nurmin/tribungowa.com
Sidang kasus pembunuhan Nursalim, mayat yang ditemukan mengapung di Sungai Jeneberang Januari 2017 lalu berakhir ricuh di Pengadilan Negeri Sungguminasa, Gowa, Senin (30/4/18). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM,SUNGGUMINASA - Sidang kasus pembunuhan Nursalim, mayat yang ditemukan mengapung di Sungai Jeneberang Januari 2017 lalu berakhir ricuh di Pengadilan Negeri Sungguminasa, Gowa, Senin (30/4/18).

Kasus yang melibatkan enam terdakwa itu berakhir ricuh karena dipicu kata-kata makian antara keluarga korban dan terdakwa usai sidang.

Keluarga terdakwa kemudian menyerang keluarga korban hingga adu fisik tak dapat terhindarkan.

"Kurang ajar dia katai kami anjing, kami ini bukan binatang sedangkan keluarga kami bukan juga pembunuh" kata Rahmania, keluarga terdakwa.

Kericuhan ini berakhir setelah aparat kepolisian berhasil melerai kedua belah pihak yang bertikai dan mengevakuasi keluarga korban.

Sidang ini dipimpin oleh Muhammad Hasri dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang meringankan.

Dalam sidang ini para saksi memberikan keterangan yang menyimpulkan bahwa para terdakwa bukanlah pelaku pembunuhan.

Tadi sudah jelas faktanya bahwa klien kami bukanlah pelaku pembunuhan apalagi tadi ada pengakuan saksi yang menyatakan klien kami cuma ditunjuk sebagai pelaku pembunuhan padahal bukan" ujar Kuasa Hukum terdakwa, Agus.

Kasus ini berawal dari ditemukannya jasad Nursalim mengapung di Sungai Jeneberang, Jalan Swadaya, Kabupaten Gowa, Senin (9/1/2017).

Aparat kepolisian yang melakukan penyelidikan kemudian menangkap enam tersangka. Satu tersangka bernama Iwan tewas ditembak polisi dengan luka lebam di sekujur tubuh.

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved