Rastra Tidak Dibagikan, Polres Takalar Datangi Rumah Kades Aeng Batu-Batu

Dalam pengecekan tersebut, aparat Polres Takalar menemukan ratusan karung rastra yang tertutup terpal di teras rumah.

Rastra Tidak Dibagikan, Polres Takalar Datangi Rumah Kades Aeng Batu-Batu
ihsan/tribuntakalar.com
Kanit Tipidkor Polres Takalar Ipda Hendrik memimpin pengecekan ke Desa Aeng Batu-Batu, Takalar, terkait laporan masyarakat yang mengeluhkan pembagian Beras Sejahtera, Senin (30/4/2018) 

Laporan Wartawan TribunTakalar.com, Muhammad Ihsan Harahap

TRIBUNTAKALAR.com, GALESONG UTARA - Kanit Tipidkor Polres Takalar, Ipda Hendrik mendatangi rumah Kepala Desa Aeng Batu-Batu, Wahyudin Mapparenta, di Desa Aeng Batu-Batu, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Senin (30/4/2018).

Kedatangan Hendrik ke tempat tersebut adalah untuk melakukan pengecekan terkait aduan masyarakat tentang beras sejahtera (rastra) yang tidak kunjung dibagikan oleh kepala desa.

Dalam pengecekan tersebut, aparat Polres Takalar menemukan ratusan karung rastra yang tertutup terpal di teras rumah.

"Kami masih melakukan penyelidikan atas dugaan penimbunan raskin tersebut dan melakukan pengecekan kualitas raskin yang akan dibagikan ke warga," jelas Hendrik.

Sementara itu, menurut Kepala Desa Aeng Batu-Batu Wahyudin Mapparenta mengatakan bahwa beras tersebut datang pada bulan Maret 2018.

"Beras ini datang pada Maret 2018. Setelah beras itu datang, kami melakukan musyawarah desa terkait banyaknya warga miskin yang tidak terdaftar agar turut diberi beras. Masyarakat sepakat dan sekitar empat hari yang lalu hasil validasi dan verifikasi kepada para calon penerima sudah keluar," jelas Wahyudin yang dikonfirmasi TribunTakalar.com via panggilan telepon, Senin (30/4/2018) malam.

Wahyudin juga menjelaskan bahwa setelah hasil validasi dan verifikasi itu keluar, pihaknya berencana membagikan rastra tersebut pada Selasa (1/5/2018).

"Seandainya kami menimbun beras, maka akan kami timbun di tempat tersembunyi. Tapi aparat dari Polres Takalar yang datang tadi melihat sendiri bahwa beras itu kami simpan di teras rumah dan ditutupi terpal agar tidak basah," tutup Wahyudin.

Penulis: Muhammad Ihsan Harahap
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved