Hari Buruh

PMII Mamuju Sesalkan Sikap Aparat saat Aksi May Day

Rusdi Nurhadi menyesalkan aparat kepolisian yang terkesan mengintervensi aksi peringatan Hari Buruh Internasional

PMII Mamuju Sesalkan Sikap Aparat saat Aksi May Day
NURHADI
PMII) Cabang Mamuju berunjuk rasa di simpang lima, Tugu Tani, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Sulbar, Selasa (1/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju, Rusdi Nurhadi menyesalkan aparat kepolisian yang terkesan mengintervensi aksi peringatan Hari Buruh Internasional yang dilaksanakan di Tugu Tani, Simpang Lima, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Selasa (1/5/2018).

"Kami sangat menyesalkan, sejak awal kami sudah curiga dengan gerak gerik aparat. Mereka mencari-mencari kesalahan demi batalnya aksi kami, ini soal konsistensi PMII sebagai agent of control social sehingga kami tetap lakukan aksi,"kata Rusdi kepada TribunSulbar.com.

"Kami tetap aksi pagi tadi, tidak peduli dengan ancaman dari penegak hukum, siapapun itu terkait dengan aksi perjuangan masyarakat apalagi ini adalah hari buruh momentum untuk menyuarakan aspirasi terkait kesejahteraan buruh,"lanjutnya.

Rusdi mengatakan, pihaknya telah menyampaikan hal itu ke PB PMII terkait tingkah laku dan gaya komunikasi Kapolres Mamuju yang tidak memberikan waktu lebih melakukan orasi, bahkan mengintimidasi akan dibenturkan dengan personelny jika kami tidak membubarkan diri.

Terpisah, Kapolres Mamuju AKBP Mohammad Rivai Arvan yang dikonfirmasi terkait hal itu mengatakan, pihaknya tidak bermaksud mengintervensi aksi yang dilakukan oleh PMII Mamuju, namun bertindak sesuai aturan.

"Kenapa kami memberikan peringatan sebanyak dua kali untuk bubar, pertama karena secara aturan tidak sesuai ketentuan dan mengganggu akses lalulintas,"kata Arvan sapaan Kapolres Mamuju.

Mengapa tak sesuai ketentuan, lanjutnya, karena terlambat memasukan pemberitahuan aksi di Polres Mamuju. Padahal aturannya 3×24 jam pemberitahuan aksi harus disampaikan kepada pada pihak kepolisian.

"Jadi kalau ada bertanya-tanya kenapa kami menghimbu untuk bubar, karena itu tadi melanggar aturan yang telah ditetapkan,"ujarnya.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved