Pilgub Sulsel 2018

IYL: Jangan Pilih Kami Jika Pernah Korupsi dan Bohongi Rakyat

Selain itu, Ichsan juga mengingatkan warga untuk tidak terbuai dengan janji-janji yang sekadar mendompleng.

IYL: Jangan Pilih Kami Jika Pernah Korupsi dan Bohongi Rakyat
hasim/tribuntimur.com
Kandidat Gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo, meminta kepada warga Sulawesi Selatan agar tak memilihnya di Pilgub Sulsel jika pernah melakukan tindak pidana korupsi, dan membohongi masyarakat. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Kandidat Gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo, meminta kepada warga Sulawesi Selatan agar tak memilihnya di Pilgub Sulsel jika pernah melakukan tindak pidana korupsi, dan membohongi masyarakat.

Hal ini dia sampaikan saat berkampanye di Lapangan Padangsappa, Luwu, Kamis (26/4/2018).

Bupati Gowa periode 2005-2015 ini menegaskan tidak memiliki rekam jejak korupsi apalagi ada rencana membodoh-bodohi masyarakat.

"Jangan pilih kami kalau pernah korupsi atau koruptor. Jangan pilih kami kalau suka berbohong," kata Ichsan Yasin Limpo saat mengawali orasi politiknya di kampanye terbatas di Luwu via rilis ke Tribun.

Menurut Ichsan, mereka yang hobi korupsi hanya menyengsarakan rakyat.

Baca: Keluarga Kedatuan Luwu Nyatakan Dukungan ke IYL-Cakka

Begitu juga yang suka membohongi rakyat, akan ketahuan sendiri karena ucapannya tidak sama dengan kenyataan yang dirasakan rakyat.

Selain itu, Ichsan juga mengingatkan warga untuk tidak terbuai dengan janji-janji yang sekadar mendompleng.

Misalnya, ada yang menjanjikan perbaikan jalan mulai dari Luwu hingga Toraja, maka itu adalah pembodohan.

Pasalnya saat Andi Mudzakkat menjabat sebagai Bupati, telah menandatangi rencana perbaikan itu dengan Bupati Toraja.

Dalam kegiatan itu, tokoh pemerhati pendidikan ini juga memperkenalkan program Kartu Rakyat Sejahtera yang dia canangkan.

Baca: Mentan Bagi-Bagi Bibit dan Alsintan di Toraja, Jubir IYL-Cakka: Stop Politisasi Anggaran

Menurutnya, dengan Kartu Rakyat Sejahtera adalah bukti pendidikan akan gratis tanpa pungutan tapi tetap berkualitas jika kelak dirinya terpilih menjadi Gubernur.

"Dengan kartu rakyat sejahtera memberi jaminan, tidak ada lagi biaya pendidikan dan pungutan -pungutan kepada anak, cucuk dan kemanakan kita," tuturnya.

"Kalau ada komite yang menagih sumbangan atau pungutan, kasi Lihat kartu rakyat sejahtera. Kenapa? Karena semua sudah ditanggung pemerintah ," katanya.(*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help