Ini Alasan Kejari Maros Tak Penjarakan Kades Bonto Manurung

Kasus dugaan korupsi ADD tersebut sebelumnya diusut oleh oleh penyidik Tipikor Reskrim Polres Maros

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Kepala Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Maros, Muh Haris tidak pernah diseret ke Lapas oleh Kejaksaan Negeri, hingga berstatus terdakwa dugaan korupsi ADD 2014-2015, karena berbagai pertimbangan.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Maros, Muh Adib mengatakan, Rabu (25/4/2018) Haris dibiarkan berkeliaran dan menjadi tahanan kota, lantaran dinilai koperatif, tidak melarikan diri dan menghilangkan alat bukti.

Terdakwa juga telah mengembalikan kerugian negara.

Meski dilepas, namun terdakwa tidak dibolehkan meninggalkan Maros dan Makassar.

Baca: Jalani Sidang Korupsi, Kades Bonto Manurung Maros Oppo

"Terdakwa ini dinilai kooperatif, sehingga tidak terindikasi akan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. Dia juga sudah mengembalikan kerugian," ujarnya.

Kasus dugaan korupsi ADD tersebut sebelumnya diusut oleh oleh penyidik Tipikor Reskrim Polres Maros.

Selama menjadi tersangka, Abdul Haris juga tidak pernah ditahan oleh penyidik polisi.

Saat dilimpahkan sampai sekarang, terdakwa tidak pernah ditahan Kejaksaan.(*)

Penulis: Ansar
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help