pilwali Makassar

MA Tolak Kasasi KPU Makassar, Foto Danny-Indira Tak Ada di Surat Suara?

Hanya ada dua opsi amar putusan MA. Pertama, mengabulkan kasasi KPU Kota Makassar. Kedua; Mahkamah Agung menolak kasasi KPU.

MA Tolak Kasasi KPU Makassar, Foto Danny-Indira Tak Ada di Surat Suara?
SANOVRA JR
Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) mendaftarkan di KPU Kota Makassar, Senin (8/1/2018). 

MAKASSAR, TRIBUN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar, kini bimbang.

Apakah akan mencetak surat suara dengan gambar dua pasangan calon, atau hanya satu pasangan calon.

“Kita juga tunggu putusan MA, ini terkait pencetakan logistik yang batas akhirnya hingga tanal 30 April ini,” kata Andi Rahmah Sayyid, anggota KPU Kota Makassar, kepada Tribun, Senin (23/4/2018) pukul 13.15 wita.

Hanya ada dua opsi amar putusan MA.
Pertama, mengabulkan kasasi KPU Kota Makassar.
Ini berarti, pasangan nomor urut 2, Muhammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto - Indira Mulyasari (DIA-mi) akan tetap jadi peserta pilwali Makassar, Rabu 27 Juni 2018 mendatang.

Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi (AppiCicu) mendaftar di KPU Kota Makassar, Rabu (10/1/2018). (SANOVRA JR)
Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi (AppiCicu) mendaftar di KPU Kota Makassar, Rabu (10/1/2018). (SANOVRA JR) (TRIBUN-TIMUR.COM)

Nama pasangan perseorangan ini akan dicetak di surat suara yang akan dicoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Kedua; Mahkamah Agung menolak kasasi KPU.
Ini berarti, hanya pasangan nomor urut satu, Munafri ‘Appi’ Arifuddin - drg Rachmatika ‘Cicu’ Dewi Justicia (Appi-Cicu) yang akan tercetak di surat suara.
“Sesuai PKPU 13-tahun 2017, jika hanya ada satu calon, maka hanya satu pasangan yan dicetak,” kata Rahmah.

Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) mendaftarkan di KPU Kota Makassar, Senin (8/1/2018).
Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) mendaftarkan di KPU Kota Makassar, Senin (8/1/2018). (SANOVRA JR)

Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2017 berisi; detail aturan tentang tatalaksana pilkada serentak, Isinya; Perubahan Kedua Atas PKPU Nomor 3 Tahun 2015 tentang Tata Kerja KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh, Dan KPU/KIP Kabupaten/Kota, Pembentukan Dan Tata Kerja PPK, PPS, Dan KPPS Dalam Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Bupati Dan Wakil Bupati, Dan/Atau Walikota Dan Wakil Walikota,

Hingga Senin (23/4/2018) siang ini, KPU masih menunggu salinan putusan resmi Mahkamah Agung (MA) tentang upaya kasasi KPU atas amar putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT-TUN) Makassar.

Dalam putusan PT-TUN (Nomor: 6/G/Pilkada/2018/PTTUN.MKS Tahun 2018), akhir 21 Maret 2018 lalu, hakim meminta pasangan incumbent Walikota Makassar Danny Pomanto-Indira ‘didiskualifikasi” sebagai kontestan Pilwali Makassar.

Tiga Hakim PT-TUN, kala itu, Edi Supriyanto (ketua), dua L Mustafa Nasution dan Evita Mawulan Akyati (hakim anggota)),memutuskan membatalkan dan mencabut Keputusan KPU Kota Makassar Nomor: 35/P.KWK/HK.03.1-Kpt/7371/KPU-Kot/II/2018 Tentang Penetapan Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar Tahun 2018, tanggal 12 Februari 2018; yang memasukkan Danny-Indira sebagai peserta pemilu.

PT-TUN juga memerintahkan kepada KPU Makassar, sebgai tergugat untuk menerbitkan Keputusan tentang Penetapan Pasangan Calon Peserta Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar Tahun 2018 yang memenuhi syarat, yaitu Munafri Arifuddin, SH dan drg. A. Rachmatika Dewi Yustitia Iqbal;

Putusan majelis hakim TUN, juga menghukum Tergugat (KPU) untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp 319 ribu.

Setelah putusan ini turun, pihak penggugat dalam hal ini kuasa hukum pasangan Appi-Cicu, Anwar Ilyas, meminta KPU segera menjalankan putusan PT-TUN, karena sudah berkekuatan hukum tetap.

KPU pun mengajukan kasasi ke MA. Namun, hingga saat ini belum turun putusan tetap.

Penulis: Abdul Azis
Editor: Thamzil Thahir
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved