Seminar Ekonomi Syariah Darul Istiqamah Maros: Ada 73 Pintu Dosa Riba

Kegiatan yang bertemakan Maybank Goes to Community juga dihadiri oleh pelajar, tokoh agama, ormas, komunitas, warga pesantren dan warga.

Seminar Ekonomi Syariah Darul Istiqamah Maros: Ada 73 Pintu Dosa Riba
ansar/tribunmaros.com
Sekolah Putri Darul Istiqamah Maccopa, bekerjasama Bank Maybank Syariah Indonesia menggelar seminar Ekonomi Nasional di masjid Darul Istiqamah, Jumat (20/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Sekolah Putri Darul Istiqamah Maccopa, bekerjasama Bank Maybank Syariah Indonesia menggelar seminar Ekonomi Nasional di masjid Darul Istiqamah, Jumat (20/4/2018).

Seminar ekonomi tingkat nasional tersebut menghadirkan pembicara praktisi keuangan syariah, Habibullah, anggota Maybank, Dr Abdul Jabar Majid MA dan ahli syariah di Internasional Syariah Research Acedemy, Kuala Lumpur, Malasyia, Dr Oni Sahroni MA.

Kegiatan yang bertemakan Maybank Goes to Community juga dihadiri oleh pelajar, tokoh agama, ormas, komunitas, warga pesantren dan warga.

Para peserta pun antusias untuk bertanya langsung kepada para pemateri yang sudah ahli dibidangnya masing-masing.

Habibullah memaparkan materi tentang outlook perbankan syariah. Dia menjelaskan, ekonomi syariah adalah sistem yang bersumber dari wahyu yang transendental, dan sumber interpretasi dari wahyu yang disebut dengan ijtihad.

"Jangan heran, kalau sistem ekonomi syariah saat ini sedang digemari dunia. Bahkan di negara yang mayoritas penduduknya non-muslim, sistem ini diminati," katanya.

Head of Product Development and Strategy PT Bank Maybank Syariah Indonesia tersebut juga memaparkan bahaya riba.

Menurut orang Indonesia pertama, yang mampu menyelesaikan program doktoral bidang Muqarin di Universitas al-Azhar Kairo tersebut, riba itu ada 73 pintu dosanya.

"Yang paling ringan adalah dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri," katanya.

Sementara, Ketua Panitia, Muh Muinul Haq mengatakan, seminar tersebut digelar untuk menghindarkan warga dari riba.

Saat ini, pihaknya berupaya untuk lebih dekat lagi dengan warga. Peluang dan skema bisnis yang digunakan sangat cocok dengan ekonomi kerakyatan yang sementara dibesarkan di Indonesia.

"Sistem yang diterapkan ekonomi syariah, membuka peluang bagi pemuda, untuk berani mancoba dan masuk ke dalam dunia bisnis dan menjadi pengusaha," ujarnya.

Penulis: Ansar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved