Menhub Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat di Makassar, Ini Pesannya

Diklat ini dilaksanakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan.

Menhub Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat di Makassar, Ini Pesannya
Fahrizal/tribuntimur.com
Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi membuka secara resmi Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2018, di Kampus ATKP Makassar, Jl Salodong Untia, Makassar, Kamis (19/4/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMIR.COM, MAKASSAR - Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi membuka secara resmi Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2018, di Kampus ATKP Makassar, Jl Salodong Untia, Makassar, Kamis (19/4/2018) sore.

Diklat ini dilaksanakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan di 23 Unit Pelaksana Teknis (UPT) dengan target 100 ribu peserta.

Adapun pembagian peserta yakni UPT Perhubungan Darat sebanyak 19.990, UPT Perhubungan laut 60.010, dan UPT Perhubungan Udara sebannyak 20 ribu peserta.

Sementara itu, untuk tiga UPT Kemenhub di Sulsel yakni ATKP Makassar, PIP Makassar, dan BP2IP Barombong melaksanakan diklat untuk 3000 orang peserta.

Baca: Menteri Perhubungan Bakal Libatkan Investor Lokal Bangun Infrastruktur Kereta Api di Sulsel

Masing-masing mendapat pembagian yakni ATKP Makassar dan di Kabupaten Maros sebanyak 1200 orang, PIP Makassar dan Sultra 1100 orang, dan BP2IP Barombong sebanyak 550 orang.

Menhub Budi Karya mengatakan, diklat ini diharapkan mampu menghasilkan orang-orang yang nantinya dapat bekerja menunjang usaha khususnya dalma bidnag transportasi.

"Harapannya mereka bisa bekerja, bisa menunjang usaha transportasi agar berkeselamatan, memiliki level of service yang bagus, dan lebih jauh dari itu, kita memberi dukungan bagi dunia industri, apakah itu perkaplaan, penerbangan, atau usaha lain," kata Budi.

"Sehingga kita mendapatkan atau memiliki tenaga handal yang mampu menggairahkan usaha sehingga indonesia menjadi negara maju," ucapnya menambahkan.

Baca: Bosowa Semen Siap Bantu Percepatan Pembangunan Bandara Buntu Kunyi Toraja

Ia melanjutkan, diklat berbasis kompetensi di bidang transportasi juga memiliki beberapa tujuan.

Antara lain mendorong percepatan pembangunan sektor transportasi dan menekan angka pengangguran usia produktif, guna meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.

"Kami harapkan program diklat ini berjalan baik, dan anda menjadi anak tangguh, pandai, berani, dan mampu bersaing, dan tentunya mendapat pekerjaan yang baik," kata dia.

"Anda adalah masa depan bangsa, and adalah anak muda yang mengisi sesuatu yang membanggakan untuk negara ini. Kami dari Kemenhub ingin anda melaksanakan diklat ini dengan baik, tekun, dan maksinal," tutur Menhub ke peserta diklat.(*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved