Pilwali Palopo 2018

Tim Hukum Judas-Rahmat Nilai Keputusan Panwaslu Palopo Prematur

Hisma Kahman, menyebutkan, jika Panwaslu Palopo terkesan terburu-buru sehingga keputusan itu dinilai prematur.

Tim Hukum Judas-Rahmat Nilai Keputusan Panwaslu Palopo Prematur
hamdan/tribunpalopo.com
Tim hukum Juara, Hisma Kahman 

Laporan Wartawan TribunPalopo.Com, Hamdan Soeharto.

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Tim hukum pasangan calon Wali Kota Palopo, Judas Amir - Rahmat Masri Bandaso (Juara) menilai jika keputusan Panwaslu Palopo membuat Judas Amir bersalah melanggar Pilkada sangat gegabah.

Hal itu disampaikan tim hukum Juara, Hisma Kahman dalam jumpa persnya, Rabu (18/4/2018) di Warkop, tak jauh di sekretariat Panwaslu Palopo.

Hisma Kahman, menyebutkan, jika Panwaslu Palopo terkesan terburu-buru sehingga keputusan itu dinilai prematur.

Menurutnya, dalam memutuskan, Panwaslu hanya menggunakan keterangan ahli, tanpa mendapatkan penjelasan resmi dari Kemendagri terkait mutasi.

Padahal, pendapat ahli tidak boleh diambil jadi referensi 100 persen. Sebab tiap ahli terkadang berbeda dalam menafsirkan satu objek. Sehingga harusnya, dalam menafsirkan UU, dikembalikan ke yang membuat UU, dalam hal ini, Kemendagri.

"Saya melihat keputusan itu terburu-buru karena takut laporan tersebut kedaluarsa," jelasnya.

Hisma mengatakan, salah satu bentuk otentik kecerobohan yang dilakukan Panwaslu, lampiran surat keputusan yang diserahkan ke tim hukum Juara hari dan tanggal kejadian dilaporkan tertulis Rabu 11 Oktober 2018.

Bukan hanya menyayangkan keputusan Panwaslu, Hisma juga kecewa dengan KPU Palopo.

Ia menilai jika KPU terlalu reaktif terhadap kasus ini. Sebab, KPU belum terima laporan, tapi kabarnya sudah berangkat ke Jakarta.

"Panwaslu baru menyerahkan salinan putusan ke KPU, Selasa siang, pukul 14.00 WITA, namun Ketua KPU Palopo sudah berangkat ke Jakarta untuk melakukan konsultasi terkait kasus ini. Itu saya baru tau, saat kami ke KPU ingin melakukan konsultasi, namun ternyata sudah tidak ada di Palopo," katanya.

Hisma juga menegaskan, Judas Amir tidak bersalah , dalam SK mutasi itu, murni pengisian jabatan lowong.

Saat ini, untuk sementara waktu pihaknya akan mengambil langkah non hukum sembari menunggu keputusan mendagri.

Sekedar diketahui, Panwaslu mengelurkan putusan Judas Amir bersalah melanggar pasal 71 ayat 2 UU No.10 Tahun 2016. Sehingga merekomendasikan KPU untuk membatalkan pasangan calon.

Penulis: Hamdan Soeharto
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help