Tidak Cek Fisik, Pegawai SPAM Sulsel Mengaku Tanda Tangan Atas Perintah Kepala Satker

Di hadapan persidangan yang dipimpinan langsung Bonar Harianja, para saksi membeberkan perbuatan para terdakwa

Tidak Cek Fisik, Pegawai SPAM Sulsel Mengaku Tanda Tangan Atas Perintah Kepala Satker
hasan/tribun-timur.com
Enam Pegawai Satuan Kerja (Satker) Sarana Pengolahan Air Minum (SPAM) Provinsi Sulsel memberikan kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Selasa (17/04/2018). 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Enam Pegawai Satuan Kerja (Satker) Sarana Pengolahan Air Minum (SPAM) Provinsi Sulsel memberikan kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Selasa (17/04/2018).

Keenam saksi ini masing masing Ayyub, Khairil Anwar, Abd Manang, Haeruddin, dan Hasanuddin. Mereka memberikan kesaksian untuk terdakwa korupsi pengadaan dan pemasangan pipa PVC SPAM Pemprov Sulsel.

Di hadapan persidangan yang dipimpinan langsung Bonar Harianja, para saksi membeberkan perbuatan para terdakwa dalam proyek yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 3,7 miliar.

Para saksi menyebut bahwa dalam k
Peranya sebagai panitia penerima hasil pekerjaan mengaku menandatangi dokumen berita acara tanpa cek fisik atas perintah Kepala Satker Fery Natsir.

"Kalau soal progres proyek kurang paham karena tidak pernah ke lokasi. Saya hanya tanda tangan," kata Ayyub di ruang persidangan.

Ayyub mengaku menandatangi berita acara atas perintah langsung dari Kepala Satker. Ia menandatangi di ruang Kepala Satker bersama enam panitia sejak 28 November 2018.

"Kami tanda tangani atas perintah langsung dari Fery,"ungkap Ayyub. Senada disampaikan saksi Khairil Anwar. Ia mengaku ikut menandatangi berita acara meskipun tidak turun ke lokasi.

"Saya ikut menandatangi. Saya juga buat berita acara. Syya mengetik nama lokasi, nomor kontrak sama milai kontrak. Tapi tidak pernah ke lokasi," ujarnya. "Saya tanda tanhan atas arahan pak Fery Natsir," lanjutnya.

Dalam kasus ini menetapkan tujuh orang tersangka. Mereka adalah Kepala Satker , Ferry Natsir, Mukhtar Kadir selaku PPK, Andi Kemal selaku Pejabat Pengadaan, Andi Murniati selaku bendahara.

Kemudian mantan Kasatker SPAM Kaharuddin dan Rahmad Dahlan selaku penandatangan SPM dan Muh Aras selaku Koordinator Penyedia.

Perbuatan tersangka dalam dalam kasus ini, negara mengalami kerugian sebesar Rp 2,4 miliar berdasarkan hasil temuan serta audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help