Oknum ABK Buang Sampah ke Laut Selayar, Nakhoda Ikut Kena Sanksi

Bertindak tegas terhadap beberapa oknum yang terindikasi teribat dalam kejadian tersebut

Oknum ABK Buang Sampah ke Laut Selayar, Nakhoda Ikut Kena Sanksi
HANDOVER
Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate Selayar Faat Rudhianto koordinasi kepala Cabang PT Pelni Makassar, Edwar Tobing terkait oknum ABK Buang Sampah Ke Laut. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor PT Pelni Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Laporan Wartawan   TribunSelayar.com, Nurwahidah

TRIBUNSELAYAR.COM, BENTENG - Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate Selayar Faat Rudhianto koordinasi kepala Cabang PT Pelni Makassar, Edwar Tobing terkait oknum ABK Buang Sampah Ke Laut.

Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor PT Pelni Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Turut hadir Manager Armada, Ilhamda, Kepala Balai TN Taka Bonerate Faat Rudhianto, Kasi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Jinato Abd. Rajab.

Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate Selayar Faat Rudhianto mengatakan bahwa pihak Balai TN. Taka Bonerate meminta agar apapun jenis sampahnya, dilarang membuangnya ke laut, termasuk sampah organik yang dapat disamarkan dari sampah non-organik.

"Karena KM Sabuk Nusantara 50 melintasi perairan sekitar Taman Nasional Taka Bonerate, yang juga merupakan kawasan Cagar Biosfer di Kepulauan Selayar yang harus dijaga kelestariannyan," ujar Faat Rudhianto kepada TribunSelayar.com, Selasa (17/4/2018).

Menurutnya hal ini untuk mencegah terjadinya pencemaran di laut. Karena sesuai fakta, sampah plastik selain susah terurai juga menjadi santapan biota laut. Tentu saja berdampak pada meningkatnya kematian biota-biota laut.

"Saya berharap agar penumpang di atas kapal turut menjaga kebersihan, mengawasi dan saling mengingatkan," tuturnya.

Sementara itu kepala Cabang PT. Pelni Makassar Edwar Tobing, menambahkan bahwa pihak Pelni  telah bertindak tegas terhadap beberapa oknum yang terindikasi teribat dalam kejadian tersebut, yakni dengan menurunkan/mengganti Nakhoda beserta seluruh awak kapal, dan memutuskan kontrak terhadap empat orang krunya.

"Pihak Pelni akan selalu berusaha agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali, untuk itu, PT. Pelni akan membuat banyak stiker dengan tulisan yang lebih besar tentang larangan membuang sampah ke laut,

"Termasuk akan membuat spanduk besar dengan menyertakan logo Balai TN. Taka Bonerate, Pemkab Selayar dan PT. Pelni sendiri," ujar Edwar Tobing. (*)

Penulis: Nurwahidah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help