IPM Sulsel Naik Kelas, Dari Sedang ke Tinggi

Ketiga, peningkatan IPM Sulsel dikarenakan peningkatan pengeluran per kapita masyarakat Sulsel sebesar Rp 208 ribu

IPM Sulsel Naik Kelas, Dari Sedang ke Tinggi
FADLY
Rilis BPS Sulsel di kantornya Jl Haji Bau Makassar, Senin (16/4/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel merilis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulsel pada 2017 di kantornya Jl Haji Bau Makassar, Senin (16/4).

Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam di sela rilis kemarin menuturkan, IPM Sulsel mengalami peningkatan 0,58 poin atau pada posisi 70,34 dibandingkan IPM Sulsel pada 2016.

Peningkatan IPM di Sulsel terjadi karena tiga hal. Pertama tingkat peluang hidup bagi bayi yang baru lahir hingga 69,84 poin. Selain itu, peluang bagi anak-anak untuk mengenyam pendidikan SekolahDasar (SD) mengalami peningkatan dibandingkan 2016.

"Bahkan penduduk berusia 25 tahun yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat perguruan tinggi juga mengalami peningkatan sebesar 0,20 tahun jika dibandingkan tahun sebelumnya," katanya.

Ketiga, peningkatan IPM Sulsel dikarenakan peningkatan pengeluran per kapita masyarakat Sulsel sebesar Rp 208 ribu atau mencapai Rp 10,49 juta.
"Posisi Sulsel secara nasional berada diurutan ke-11. Tertinggi di DKI Jakarta dan terendah di Papua," katanya.

Kenaikan IPM Sulsel juga didorong  naiknya IPM di 24 kabupaten/kota di Sulsel. IPM di kabupaten/kota Sulsel berkisar pada angka 62,67 yang terjadi di Jeneponto hingga 81,13 yang terjadi di Makassar.

Jeneponto menjadi daerah yang mengalami pertumbuhan paling besar. Sedangkan Parepare menjadi daerah dengan pertumbuhan terkecil. 

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help