TribunTimur/
Home »

Luwu

Warga Belopa Ini Laporkan Presiden RI ke Polres Luwu, Masalahnya?

Kami tahu ada peristiwa pidana dilanggar yang kebetulan dia (Jokowi) seorang Presiden Republik Indonesia

Warga Belopa Ini Laporkan Presiden RI ke Polres Luwu, Masalahnya? - irsyad_20180416_184319.jpg
desy/tribunluwu.com
Irsyad Djafar
Warga Belopa Ini Laporkan Presiden RI ke Polres Luwu, Masalahnya? - jokowi-dikejar-di-sukabumi_20180410_173855.jpg
KOMPAS.COM
Seorang warga tampak berusaha mengejar dan mendekati Presiden RI, Jokowi saat touring motor gede di Sukabumi, Jawa Barat.

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Desy Arsyad

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Warga Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Irsyad Djafar, melaporkan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Resor (Polres) Luwu, Senin (16/4/18).

Sayangnya, laporan Irsyad tidak diterima petugas jaga dengan alasan tempat kejadian di luar wilayah hukum Polres Luwu.

"Laporan saya tertunda karena bagian SPKT tidak dapat terima dengan alasan itu tadi. Padahal setiap laporan masyarakat harus diterima dan kemudian lakukan gelar perkara, apakah dilanjutkan atau tidak. Kan, Polres Luwu bagian Kepolisian Republik Indonesia," ujar Irsyad Djafar kepada tribunluwu.com.

Irsyad melaporkan Joko Widodo karena telah melanggar undang-undang lalu lintas.

Dimana Jokowi melakukan touring dengan motor gede tanpa menyalakan lampu utama dan menggunakan knalpot bersuara besar yang tidak ramah lingkungan.

Jokowi touring dengan motor chopper di Sukabumi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, 

"Kami selaku warga negara Indonesia memiliki hak sama di mata hukum. Kami tahu ada peristiwa pidana dilanggar yang kebetulan dia (Jokowi) seorang Presiden Republik Indonesia. Terlepas dari jabatan dirinya saat ini, sejatinya kan harus memberikan contoh dengan cara tertib berlalu lintas," jelasnya.

"Penggunaan lampu besar atau depan. Kan kita lihat sendiri dia tidak dinyalakan, begitu pula dengan knalpot," tuturnya.

"Bukannya kami tidak mau terima, tapi sudah begitu SOP-nya. Kami sarankan lapor ke Polda Sulsel. Apalagi lokasinya bukan di sini," kata Kanit II Sat Reskrim Polres Luwu, Yasin.

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help