TribunTimur/

Tampil di Unibos, Laode Syarif Bahas Implikasi RKUHP

Menurut Wakil Ketua KPK, Laode Syarif, ada perbedaan yang tentunya tak dapat disatukan, antara RKUHP dan UU Tipikor.

Tampil di Unibos, Laode Syarif Bahas Implikasi RKUHP
MUNAWWARAH AHMAD
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) La Ode M Syarif hadir di Universitas Bosowa (Unibos), Senin (16/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -  Wakil Ketua KPK, Laode Syarif tampil sebagai pembicara diskusi tentang, Implikasi kodifikasi terhadap tindak pidana luar biasa dan terorganisir dalam RKUHP.

Dalam pemaparannya, Laode Syarif mengatakan ada perbedaan yang tentunya tak dapat disatukan, antara RKUHP dan UU Tipikor.

Hal tersebut dikatakan Laode Syarif di lantai 9, Universitas Bosowa (Unibos), Jl Urip Sumoharjo, Km. 5 Panakkukang, Kota Makassar, Senin (16/4/2018).

Kata Laode Syarif, ada beberapa hal yang berbeda. Salah satuaya ialah pada pidana tambahan dalam Undang Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

"Pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti di UU Tipikor ada dalam pasal 18 a, tapi di RKUHP di kitab ke satu tidak ada uang pengganti," kata Laode.

Lanjutnya, jadi untuk uang pengganti di Rancangan Kitab Undang Hukum Pidana (RKUHP) agar dikembalikan dari koruptor ke negara itu agak susah dilaksanakan.

"Karena memang tidak tercatat uang penggantinya, karena uang ini bisa jadi yang sudah dikorupsi tidak dikatakan untuk diganti dari korupsinya," lanjutnya.

Kehadiran Laode di Unibos Makassar dalam sesi 

Diskusi hadir juga Guru besar Fakultas Hukum Unibos, Prof. Dr. Marwan Mas, Akademisi Universitas Parahyangan Dr. Asep Iwan Iriyawan, dan Direktur LBH Makassar, dan Haswandy Andi Mas. (*)

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help