Status Pembinaan Dicabut, STIE YPUP Sudah Boleh Terima Maba

Surat pencabutan tersebut diserahkan oleh Kemenristekdikti melalui Kopertis Wilayah IX Sulawesi.

Status Pembinaan Dicabut, STIE YPUP Sudah Boleh Terima Maba
Handover
Koordinator Kopertis Prof Jasruddin memberikan surat pencabutan status pembinaan dngan nomor surat 1528/C.C5/KL/2018 tertanggal 9 April 2018 yang ditandatangani Direktoral Jenderal Kemenristekdikti PatdonoSuwigjo. Surat pencabutan tersebut diserahkan oleh Kemenristekdikti melalui Kopertis Wilayah IX Sulawesi di aula gedung bahagia YPUP Jl Andi Tonro, Senin (16/4/2018). 

Agus Rahim juga berharap, setelah pencabutan status pembinaan, maka proses pembelajaran dapat kembali dilakukan secara teratur dan benar. Dan akan menjadi cambuk bagi civitas akademika untuk lebih baik lagi kedepan.

Agus mengibaratkan pemberian status pembinaan bagi STIE-YPUP seperti orang sakit, telah mengalami strok satu. OLeh karena itu dari pihak yayasan berharap jangan lagi sakit atau mengalami strok kedua, karena kalau itu terjadi maka akibatnya akan lebih fatal lagi.

Sementara Koordinator Kopertis IX Sulawesi, Prof Dr Jasruddin, usai menyerahkan surat pencabutan status pembinaan kepada STIE-YPUP Makassar, mengatakan, apa yang terjadi saat ini adalah merupakan cerminan dan bahan evaluasi bagi STIE-YPUP agar lebih bijak lagi kedepan.

Pencabutan status ini, STIE YPUP Makassar bisa mengembalikan masa kejayaaannya di era tahun 80-an.

“Saya kenal betul kampus YPUP ini di era tahun 1985, saat baru masuk kuliah di Makassar. YPUP adalah salah satu kampus pilihan di Makassar,”kata mantan Direktur PPs-UNM tersebut.

Prof Jasruddin berharap pencabutan status pembinaan akan kembali mendapat kepercayaan dari masyarakat. Menjadi kampus pilihan kampus pilihan, denfan statusnya yang sudah clear dan clean.

" Kita bweharap keluarga besar STIE YPUP Makassar dapat menjaga amanah ini dan jangan ada lagi mengganggu kerja dan proses akademik yang tengah berjalan,"tutup Prof Jasruddin.

Penulis: Munawwarah Ahmad
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help