Sepekan, BNNK Tana Toraja Ungkap 3 Kasus Narkoba

Pada 10 April 2018, sopir angkot berinisial ZL tetangkap tangan menguasai narkotika golongan 1 jenis shabu di jalan poros Rantepao-Bolu.

Sepekan, BNNK Tana Toraja Ungkap 3 Kasus Narkoba
risnawati/tribuntoraja.com
Press Release Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tana Toraja, Senin (16/4/2018). 

Laporan Wartawan TribunToraja.com, Risnawati

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tana Toraja dalam sepekan berhasil menangkap tiga tersangka pengedaran narkoba jenis shabu dan karisoprodol (PCC).

Penangkapan dilakukan 3 kali dalam sepekan ini, dengan barang bukti narkotika golongan 1 jenis karisoprodol (PCC) sebanyak 1.287 butir dan shabu seberat 0,74 gram.

Pada 10 April 2018, sopir angkot berinisial ZL tetangkap tangan menguasai narkotika golongan 1 jenis shabu di jalan poros Rantepao-Bolu.

"Tersangka ZL mengaku sudah tiga kali membawa masuk shabu dari Sidrap ke Toraja dengan total 11 gram, saat ini Tana Toraja'>BNNK Tana Toraja melakukan pengembangan untuk menangkap DPO dari pengakuannya," ujar Kepala Tana Toraja'>BNNK Tana Toraja, AKBP Dewi Tonglo saat press release, Senin (16/4/2018).

Sedangkan pada 12 April 2018, Tana Toraja'>BNNK Tana Toraja berhasil menangkap tersangka berinisial SHK seorang perempuan yang tertangkap tangan di rumahnya Jalan Palilli, Kecamatan Tallunglipu dengan barang bukti 287 butir pil PCC yang siap edar di wilayah Rantepao.

Dari pengakuan SHK, memperolehnya dari Makassar dan akan siap dijual seharga 70 ribu per 10 butir.

"Kami telah mengantongi identitas nama pengirim yang diterima SHK, dan sementara dalam pengembangan," tambah Dewi.

Dari pengakuan SHK, tanggal 15 April 2018, diamankan perempuan berinisal LU di Rantepao saat menerima dan menguasai narkotika jenis PCC sebanyak 1.000 butir.

"Dari pengembangan SHK, bahwa ada informasi transaksi pengiriman narkotika ke Toraja yang diterima oleh LU, kami langsung melakukan pengrebekan saat itu pukul 12.00 yang siap edar di wilayah Rantepao dan sekitarnya," ucapnya.

Pengakuan LU mengakui bahwa barang yang diterima dikirim oleh seseorang yang berada di Makassar, dan sementara dalam pengejaran Tana Toraja'>BNNK Tana Toraja.

Dari perbuatan tersangka ZL, diancam pasal 114 (1) dan pasal 122 (1) Undang-undang No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan hukuman minimal 5 tahun penjara.

Selain itu tersangka, SHK dan LU diancam pasal 114 (2) dan pasal 112 (2) dengan hukuman maksimal pidana mati, pidana penjara seumur hidup, pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Tana Toraja dan Dandim 1414 Tana Toraja serta masyarakat Toraja yang sudah membantu mengungkap kasus ini," tutup Dewi.

BNNK Tana Toraja sekaligus mengimbau, kepada seluruh masyarakat Toraja untuk waspada dan peduli terhadap peredaran narkotika golongan 1 jenis karisoprodol atau PCC.

Penulis: Risnawati M
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help