TribunTimur/

Ini Alasan Polda Sulbar Pakai Nama Hoegeng Iman Santoso Jadi Nama RS Bhayangkara

Soft opening RS Bhayangkara Hoegeng Imam Santoso Polda Sulbar akan digelar hari ini Pukul 16.00 Wita.

Ini Alasan Polda Sulbar Pakai Nama Hoegeng Iman Santoso Jadi Nama RS Bhayangkara
NURHADI
Konferensi pers dipimpin oleh Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharudin Djafar didampingi Wakapolda Sulbar, Kombes Pol Endi Sutendi dan Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Tingkat I Raden Said Sukanto Brigjen Pol dr. Didi Agus Mintadi, Sp.JP, DFM, di ruangan Merak d'Maleo Hotel Mamuju, Jl. Yos Sudarso Kelurahan Binanga. 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Kepolisian Daerah (Polda) Sulbar menggelar konferensi pers dalam rangka kesiapan soft opening Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Hoegeng Iman Santoso Polda Sulbar, Minggu (15/4/2018) malam.

Konferensi pers dipimpin langsung oleh Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharudin Djafar didampingi Wakapolda Sulbar, Kombes Pol Endi Sutendi di ruangan Merak d'Maleo Hotel Mamuju, Jl. Yos Sudarso Kelurahan Binanga.

Konferensi pers dihadiri langsung oleh Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Tingkat I Raden Said Sukanto Brigjen Pol dr. Didi Agus Mintadi, Sp.JP, DFM, Karumkit RS Bhayangkara Mappaoddang Makassar, pihak Kimia Farman dan sejumlah pejabat utama Polda.

Soft opening RS Bhayangkara Hoegeng Iman Santoso Polda Sulbar akan digelar hari ini Pukul 16.00 Wita. Polda Sulbar akan membuka pelayanan kesehatan gratis.

"Pelayanan Rumah Sakit Hoegeng Iman Santoao ini, kami akan melaksanakan bekerjasama demgan BUMN. Termasuk sistem informasi manajemen rumah sakit kami akan dibantu oleh Rumah Sakit Mappaoddang Makassar," kata Brigjen Pol Baharudin Djafar.

"Kenapa Hoegeng Iman Santoso, karena ini adalah pilihan dari pada pimpinan Polri, karena dia adalah sosok Kapolri ke-5 kebanggaan kita semua, Kapolri yang dikenal baik dan jujur," jelasnya.

Baharuddin berharap, dimasa akan datang pelayanan rumah sakit Bhayangkara Polda Sulbar bisa berjalan dan berkembang dengan baik.

"Rumah sakit kita ini dibangun Tipe B menggunakan dana hibah dan bantuan dari beberapa stekholder, diatas tanah seluas 5500 per segi dengan sistem IGD yang terintegrasi," ujarnya.

Ia memaparkan, rumah Sakit Bhayangkara Hiegeng Iman Santoso, akan menyediakan sebanyak 58 tempat tidur pasien, dengan rincian 11 tempat tidur kelas I, 22 Kelas II, 24 kelas III,
ditambah dengan VVIP sebanyak 3 tempat tidur.

"Untuk sementara rumah sakit ini akan diawaki kurang lebih 10 dokter spesialis dari rumah sakit Kramat Jati dan 65 tenaga medis, semoga ini membantu pemerintah dalam hal pelayanan kesehatan dan mendulung operasional kepolisian di Sulbar," tuturnya. (*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help