Home »

Maros

DPRD Maros Desak Kepala Desa Bonto Matinggi Selesaikan Jembatan Demma

Proyek jembatan gantung tersebut dikerjakan secara bertahap 2015-2017, dan sudah menghabiskan Dana Desa, sebesar Rp 332 juta.

DPRD Maros Desak Kepala Desa Bonto Matinggi Selesaikan Jembatan Demma
ANSAR/TRIBUN TIMUR
Komisi II DPRD dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Maros, turun lapangan untuk memeriksa fisik proyek jembatan Damma, Desa Bonto Matinggi, Tompobulu, yang tak kunjung rampung. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Komisi II DPRD dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Maros memeriksa langsung fisik proyek jembatan Damma, Desa Bonto Matinggi, Tompobulu, yang tak kunjung rampung, Senin (16/4/2018).

Proyek jembatan gantung tersebut dikerjakan secara bertahap 2015-2017, dan sudah menghabiskan Dana Desa, sebesar Rp 332 juta.

Ketua Komisi II DPRD Maros, Patarai Amir mengatakan, saat kunjungan tersebut, dia melihat langsung siswa yang pulang dari sekolah, menyeberang sungai lantaran tidak ada akses lain.

Kondisi yang dialami oleh siswa dinilai sangat membahayakan dan memprihatinkan. Siswa harus bertaruh nyawa saat menyeberang sungai, demi mencapai cita-citanya.

"Kami turun ke lapangan, memang untuk melihat jembatan yang terbengkalai dan siswa bertaruh nyawa. Ternyata, hal itu benar. Kami baru tahu, setelah ribut di media," kata Patarai.

Patarai Amir mendesak Kepala Desa Bonto Matinggi, Tompobulu, Haerul untuk merampungkan jembatan Damma, dalam waktu dua bulan, Senin (16/4/2018).

Jika tidak, maka pihak Desa akan dilaporkan ke penegak hukum

"Kami kasi ultimatum ke pihak desa, jembatan itu harus rampung dalam waktu dua bulan. Kami tidak mau tahu, apa alasannya. Intinya, harus segera digunakan oleh warga," katanya.

Patarai menilai, pembangunan jembatan gantung masih memerlukan kucuran anggaran. Anggaran tersebut untuk digunakan membeli tali seling.

Halaman
12
Penulis: Ansar
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help