TribunTimur/
Home »

Maros

Diduga Pungli di Tramo, LBH Salewangang Kopumdag Maros ke Polda Sulsel

LBH Salewangang Maros, melaporkan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Kopumdag) Maros, ke Diskrimsus Polda Sulsel

Diduga Pungli di Tramo, LBH Salewangang Kopumdag Maros ke Polda Sulsel
ANSAR
LBH Salewangang, bersama perwakikan pedagang pasar sentral yang menolak dipindahkan ke Tramo, menemui Tribun Maros, di warkop 89 jalan Pettarani. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - LBH Salewangang Maros, melaporkan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Kopumdag) Maros, ke Diskrimsus Polda Sulsel, terkait dugaan pungutan liar di pasar Tramo, Senin (16/4/2018).

LBH melayangkan laporan berdasarkan adanya permintaan pedagang pasar Sentral Maros yang akan dipindahkan ke Tramo.

Koordinator Tim Advokat LBH untuk Pasar Sentral Maros, Umar mengatakan, laporan secara tertulis yang dilakukannya, disertai bukti berupa selip setoran retribusi yang dipungut oleh Kopumdag.

"Kami melapor ke Polda berdasarkan permintaan pedagang. Pedagang keberatan, sudah bayar retribusi di Tramo, tapi masih berjualan di pasar Sentral. Jumlah retribusinya juga naik dua kali lipat," katanya.

Di pasar Sentral, pedagang hanya membayar retribusi Rp 5.000. Sementara di Tramo, dimintai Rp 10.000. Pedagang sudah tiga bulan membayar retribusi di Tramo, tapi tidak pernah dipindahkan.

Padahal berdasarkan aturan, menurut Umar, pedagang baru bisa membayar retribusi saat sementara berjualan. Hal tersebut membuat adanya dugaan pungli.

Selain itu, kondisi lods, lapak dan kios di Tramo juga sempit. Ukurannya hanya sekitar 2x3 meter. Sementara di pasar sentral, luas tempat jualan 2x5 meter.

"Bayaran retribusi naik dua kali lipat di Tramo. Baru tempatnya sempit. Sebelum ditempati, sudah ada pungutan liar. Makanya kami lapor, pemerintah tidak boleh bertindak seenaknya," katanya.

Penulis: Ansar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help