Wisatawan Keluhkan Mahalnya Parkir di Air Terjun Bantimurung, Segini Tarifnya

Saat ditanyakan karcisnya, tukang parkir tersebut 'melarikan diri' dan meminta lagi uang ke pengendara lain.

Wisatawan Keluhkan Mahalnya Parkir di Air Terjun Bantimurung, Segini Tarifnya
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Parkiran kendaraan di kawasan air terjun Bantimurung, Maros. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Wisatawan yang berkunjung ke air terjun Bantimurung Maros, mengeluhkan buruknya pengelolaan parkir oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Maros, Minggu (15/4/2018).

Pasalnya, wisatawan harus mengeluarkan uang sekitar Rp 15 ribu untuk parkiran. Saat masuk, pengendara motor dimintai Rp 1.000 dan mobil Rp 5.000 di tolgate.

Seorang wisatawan, Syamsir mengatakan, saat pengendara motor memarkir kendaraannya, kembali dimintai Rp 5.000. Sementara, mobil Rp 10.000. Tukang parkir tersebut, begelagak laiknya preman.

"Saya ke air terjun, seperti masuk di kandang preman. Di tolgate dekat patung monyet, dihentikan dan dimintai uang Rp 1.000. Di situ resmi, karena ada karcisnya. Tapi di dalam parkiran, dimintai lagi Rp 5.000 ribu," katanya.

Tukang parkir yang berusia sekitar 28 sampai 35 tahun, langsung memalak pengendara dan meminta uang parkiran. Padahal tukang parkir tersebut tidak menggunakan seragam dan karcis.

Petugas parkiran yang meminta uang, mengaku suruhan oknum dari Disbudpar Maros yang bertugas di kawasan air terjun. Biaya parkiran tersebut sudah beberapa tahun terakhir diberlakukan.

"Petugas parkiran itu, langsung berdiri dan minta uang parkiran Rp 5.000. Katanya, jumlah itu, sudah lama berlaku di Bantimurung. Tapi tidak ada karcisnya," ujarnya.

Saat ditanyakan mengenai karcisnya, tukang parkir tersebut melarikan diri dan meminta lagi uang ke pengendara lain. Hal tersebut meresahkan pengendara.

Sementara, wisatawan lainnya dari Makassar, Hasrul juga mengeluh. Dia juga dimintai Rp 5.000 oleh tukang parkir bergelagak preman.

Kadisbudpar Maros, Kamaluddin Nur saat dikonfirmasi belum merespon.

Penulis: Ansar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help