TribunTimur/

Patut Diacungi Jempol, Anggota Persit Kodim 1418 Mamuju Ini Sempatkan Waktu Ngajar di Pelosok

Hal itu dilakukan disela kesibukkannya sebagai ibu rumah tangga dan sebagai bidan di Puskesmas Ranga-ranga, Mamuju.

Patut Diacungi Jempol, Anggota Persit Kodim 1418 Mamuju Ini Sempatkan Waktu Ngajar di Pelosok
handover
Dian Padilawaty bersama murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Cahaya Hati Guliling Kassa, di lingkungan Kassa, Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Perjuangan anggota Persit Kartika Candra Kodim 1418 Mamuju ini patut diacungi jempol.

Dian Padilawaty, istri dari Sertu D Mattabu yang berdinas di Koramil 1418-04 Budong budong, Kodim 1418 Mamuju terpanggil untuk mengabdikan diri dalam membantu pendidikan dan kesehatan di wilayah pelosok.

Ia menyempatkan waktu sebagai tenaga pengajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Cahaya Hati Guliling Kassa, di Lingkungan Kassa, Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.

Hal itu dilakukan disela kesibukkannya sebagai ibu rumah tangga dan sebagai bidan di Puskesmas Ranga-ranga, Mamuju.

Baca: Lihat e-Panrita Disdik Sulsel, Soni Sumarsono: Wah Hebat Ya

Baca: Patut Dicontoh, Tiap Jumat Karyawan FTI UMI Kompak Lakukan Ini

Menurut Dian, hal itu merupakan wujud kebersamaan dalam mengemban tugas dan kewajiban sebagai istri prajurit dalam membina keluarga dan memberikan dorongan moril bagi para suami dalam pengabdian kepada bangsa dan negara, agar semakin dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Saya sebagai Persit atau istri Prajurit merasa bangga bisa melakukan hal ini, membina dan mengajar anak anak PAUD yang terletak di daerah pelosok. Meskipun lokasi yang saya lewati sulit, mereka harus menjadi anak cerdas, sehat, berkarakter, berbudi pekerti luhur sehingga bermanfaat bagi masyarakat," tuturnya, Minggu (15/4/2018).

Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan, dengan modal mengendarai sepeda motor, berangkat dari rumahnya menuju lokasi PAUD yang berjarak 10 kilometer.

"Meskipun harus melewati jalanan yang cukup berat, seperti harus melewati dua sungai, anak anak Paud pun menyambut dengan riang gembira," tuturnya.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help