Home »

Opini

Isra’ Mi’raj dan Tembok Ratapan, Ada Apa Pada Tanggal 18 Mei 2018?

Malam Isra' Mi'raj seluruh nabi dan rasul dihadirkan oleh Allah di dalam Masjid Al-Aqsha

Isra’ Mi’raj dan Tembok Ratapan, Ada Apa Pada Tanggal 18 Mei 2018?
dok.tribun
Opini Dr Ilham Kadir MA tentang Isra Mikraj di Tribun Timur cetak edisi Sabtu, 14 April 2018, halaman 18 

Oleh: Dr Ilham Kadir MA
Peneliti MIUMI Pusat; Dosen STKIP Muhammadiyah Enrekang

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Hari ini kita barada pada tanggal 27 Rajab tahun 1439 Hijriah yang bertepatan dengan hari Sabtu 14 April 3018 dalam hitungan tahun Masehi. Sekitar 33 hari kedepan umat Idlam akan memasuki bulan suci Ramadhan.

Maka kita pun dianjurkan oleh Rasulullah untuk mengkondisikan diri kita menyambut bulan mulia, dengan senantiasa melantunkan doa, Allahumma barik lana fi rajab wa sya’ban waballighna ramadhan. Ya, Allah! Berkahi kami di bulan Rajab. Berkahi kami di bulan Sya'ban. Berikan kami umur panjang sehingga kami bisa menikmati ibadah di bulan Ramadhan.

Bagi kita umat Islam, Bulan Rajab adalah yang sangat bersejarah. Ada peristiwa maha dahsyat dalam kehidupan Nabi Mulia kita, yaitu peristiwa Isra' dan Mi'raj.

Betapa tidak. Dalam peristiwa ini Allah perlihatkan keajaiban-Nya. Allah tampakkan tanda-tanda kekuasan-Nya kepada seorang utusan yang dicintai-Nya. Sesuai dengan target dan tujuan Isra' dan Mi'raj yang Allah sebutkan dalam Al-Quran, linuriyahu min ayatina, demi untuk Kami perlihatkan tanda-tanda kekuasaan Kami.

Salah satu keajaiban besar yang Allah perlihatkan adalah Bumi Isra' Mi'raj, tempat transit Rasulullah sebelum akan bertemu dengan Allah di langit tertinggi (sidrah al-muntaha), Sebelum akan mendapatkan perintah shalat.

Sehingga banyak yang bertanya-bertanya, kenapa Rasulullah diisra'kan ke Masjid Al-Aqsha? Kalau seandainya peristiwa Isra' Mi'raj tujuannya hanya untuk menerima perintah shalat, sangat mudah bagi Allah mengangkat langsung Nabi Muhammad dari Masjidil Haram menuju langit. Tapi kenapa mampir dahulu melalui Masjid Al-Aqsha? Ada apa dengan Masjid Al-Aqsha?

Tentu saja antara hikmah kenapa Nabi Muhammad diisra'kan ke Masjid Al-Aqsha adalah sebagai berikut:

Pertama. Masjid Al-Aqsha adalah gerbang menuju langit. Orang-orang pilihan Allah yang diangkat ke langit, pintu gerbangnya melalui Masjid Al-Aqsha. Nabi Isa ketika dikejar-kejar oleh orang Yahudi untuk dibunuh, diselamatkan Allah dengan diangkatnya ke langit, melalui Masjid Al-Aqsha. Nabi Isa juga akan diturunkan kembali ke bumi nanti di akhir zaman untuk membunuh Dajjal dan Ya'juj Ma'juj, juga melalui Masjid Al-Aqsa. Begitu juga Nabi Muhammad diangkat ke langit untuk menerima perintah shalat, melalui Masjid Al-Aqsha, kemudian diturunkan kembali di Masjid Al-Aqsha.

Kedua. Masjid Al-Aqsha tidak bisa dipisahkan dari Masjidil Haram. Hanya dua masjid ini yang namanya langsung diberikan oleh Allah. Hanya dua masjid ini yang disebutkan dalam Al-Quran. Bahkan Allah ikat dua masjid ini dalam satu ayat, yaitu Surat Al-Isra' ayat pertama.

Halaman
123
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help