SYL Pindah Partai, Legislator Toraja Ini Bilang: Itu Politisi Milenial

Menurut Kristian yang juga mantan Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Makassar ini, tren pindah partai

SYL Pindah Partai, Legislator Toraja Ini Bilang: Itu Politisi Milenial
ist
Kristian HP Lambe 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Legislator Tana Toraja dari Partai Demokrat, Kristian HP Lambe, menyebut politisi yang sering pindah partai sebagai politisi milenial.

Artinya, kata dia, berpolitik dengan pindah partai menjadi tren saat ini memiliki banyak alasan, baik kepentingan konstituen bahkan yang banyak terjadi karena kepentingan pribadi.

Menurut Kristian yang juga mantan Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Makassar ini, tren pindah partai bukan hanya terjadi pada politisi pemula, tapi juga pada politisi senior.

Di Sulawesi Selatan khususnya di Toraja, itupula yang banyak terjadi. Dan dia tidak membantah dari hasil penelitian yang dilakukannya bahwa tren itu terjadi karena sarat dengan keinginan pribadi.

"Itulah politik, selalu penuh dengan strategi. Pindah partai pun itu strategi. Biasanya politisi pindah partai juga karena ingin menduduki posisi tertentu. Dari partai lama, masuk partai baru karena telah terjadi lobi sebelumnya. Dari hasil lobi, biasanya mereka yang pindah itu diberikan posisi penting. Atau mungkin saja karena partai baru yang diincarnya memiliki basis yang lebih besar," bebernya dalam diskusi politik di salah satu warkop di Tamalanrea, Makassar, Kamis (11/4/2018).

Tren pindah parpol ini pula yang mengantarnya menjadi doktor dan berhasil mempertahankan disertasinya berjudul
Strukturasi Politisi Toraja di Panggung Politik Sulawesi Selatan di depan penguji Guru Besar Sosiologi UNM, 27 Februari 2018 lalu, dan diwisuda di Menara Phinisi, Universitas Negeri Makassar (UNM), Jl AP Pettarani, (12/4/2018).

Salah satu bukti dari hasil penelitiannya terjadi pada sosok mantan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang baru saja pindah dari Partai Golkar ke Partai NasDem.

"Belum lama disertasi soal tren pindah parpol dilakukan, salah satu tokoh Sulsel kita pun melakukannya. Dan bukan tak mungkin kepindahan Pak SYL itu tanpa disertai negosiasi (lobi-lobi) politik untuk posisi tertentu. Dan saya pikir, Pak SYL itu politisi milenial. Tapi itulah kenikmatan berpolitik, untuk anak muda saya harap jangan pernah takut berpolitik karena di politik semua komponen ada," bebernya melalui rilis diterima tribun-timur.com.

Ten pindah parpol, lanjut dia, tidak terjadi begitu saja tetapi melewati proses politik secara sengaja.

Dari hasil penelitiannya dengan menggunakan Visio Analitics berdasarkan teori Gidens, kepindahan daripartai yang satu ke partai lain disebabkan dua alasan, yakni kognitif yang didasarkan pikiran dan afektif yang didasarkan perasaan.

"Selain itu pula, secara ilmiah terjadi dua prilaku seperti negosiasi (proses lobi) sebelum memilih pindah, dan proses adaptasi saat masuk partai baru," katanya.

Editor: Imam Wahyudi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved