TribunTimur/

Sebelum Gantung Diri, Pemuda Jeneponto WA Ponakannya, Ini Isinya

Dirinya pun turun ke rumah melalui pintu belakang dan melihat secara samar-samar seseorang dalam posisi berdiri.

Sebelum Gantung Diri, Pemuda Jeneponto WA Ponakannya, Ini Isinya
muslimin/tribunjeneponto.com
Abdul Karim K (38), warga kampung Tolo Toa, Kelurahan Tolo Timur, Kecamatan Kelara, Jeneponto, ditemukan tewas tergantung di kolong rumahnya, Jumat (13/04/2018) pagi. 

TRIBUNJENEPONTO.COM, KELARA - Abdul Karim K (38), warga kampung Tolo Toa, Kelurahan Tolo Timur, Kecamatan Kelara, Jeneponto, ditemukan tewas tergantung di kolong rumahnya, Jumat (13/04/2018) pagi.

Kejadian itu pertama kali diketahui oleh ayah korban, Kaimuddin (74) saat hendak berwudhu di kolong rumahnya, pukul 05.00 Wita.

Namun saat hendak turun dari rumah, Kaimuddin sudah mendapati pintu belakang rumahnya terbuka.

Dirinya pun turun ke rumah melalui pintu belakang dan melihat secara samar-samar seseorang dalam posisi berdiri.

"Pas turun, ayah korban lihat orang berdiri tapi tidak jelas karena masih agak gelap dan baru bangun tidur, jadi dia naik nyalakan lampu lalu turung kembali, disitu dia baru lihat bahwa anaknya yang tergantung," kata Kapolsek Kelara AKP Salman Salam dikonfirmasi via telelpon selularnya.

Melihat anaknya, tewas tergantung Kaimuddin pun berterian meminta bantuan tetangganya untuk segera melepas ikatan.

"Dia lansung leluk anaknya yang tergantung menggunakan tali tambang lalu keluar minta pertolongan warga," ujar Salman.

Beberapa saat kemudian, pihak Kepolisian Sektor Kelara pun mendatangi lokasi kejadian.

"Dari pemeriksaan sementara, korban murni bunuh diri dengan cara gantung diri," jelas Salman.

Sebelum ditemukan tewas gantung diri, menurut Salman almarhum Abdul Karim sempat mengirim pesan singkat whatsApp kepada keponakannya.

"Pesannya itu ke keponakannya katanya, Ayla dan Ikhsan, kusayangki' nak semoga cepat besar dan jadi anak yang berbakti jangan nakal nahhh, jaga anto kaeng dan mama jai," ujar Salman menirukan pesan yang dikirim Abdul Karim ke keponakannya.

Jenazah almarhum dimakamkan setelah salat Jumat.

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help