TribunTimur/

Dosen Bergelar Doktor Unibos Jalani Tes Pemetaan Potensi, Ini Tujuannya

Jika sebelumnya seluruh staf bagian pelayanan, kini giliran dosen yang ditingkatkan kualitasnya.

Dosen Bergelar Doktor Unibos Jalani Tes Pemetaan Potensi, Ini Tujuannya
HANDOVER
Asesmen pemetaan potensi dosen Unibos Makassar. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Munawwarah Ahmad

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, terus berbenah.

Tak hanya pada fasilitas kampus sejak beralih tangan dari Universitas 45 menjadi Unibos,Sumber Daya Manusia (SDM) juga terus dibenahi secara bertahap.

Jika sebelumnya seluruh staf bagian pelayanan, kini giliran dosen yang ditingkatkan kualitasnya.

Namun sebelum menghadapi pergantian sejumlah posisi strategis di Unibos, para dosen terlebih dahulu mengikuti asesmen pemetaan potensi dosen.

Hadir membuka pemetaan, Wakil Rektor II Unibos Dr Hj Hadijah di lantai 3 gedung 1, Jumat (12/4/2018).

Baca: Akhir April, 750 Calon Mahasiswa Unibos Jalani Tes Masuk

Dalam sambutannya, Hadijah kembali mengingatkan akan visi misi Unibos. Dimana pemetaan merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi misi kampus.

"Pemetaan ini untuk mengetahui potensi dosen dari segi manajerial, kepemimpinan, organisasi, dan pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, dan dijadikan dasar penetapan pejabat struktural untuk pergantian kepengurusan nanti," kata Hadijah.

Pemilihan posisi strategis di Unibos berbeda dengan PT lainnya.

Tidak dilakukan melalui pemilihan melainkan berdasarkan kemampuan masing-masing di lingkup Unibos.

Baca: 50 Mahasiswa Unasman Polman Studi Banding di Unibos Makassar, Ini Targetnya

"Ini dilakukan untuk menghindari terjadinya ketidaksetaraan pendapat di kampus,"tambah Hadijah.

Pemilihan pejabat struktural Unibos dilakukan Mei-Juli 2018 untuk pemilihan dekan, wakil dekan, ketua prodi dan wakil rektor

"Ini juga dilakukan untuk mendapatkan bibit-bibit pemimpin sekaligus mengetahui bibit-bibit dosen muda yang dapat diberi beasiswa untuk kanjut studi," kata WR Hadijah.(*)

Penulis: Munawwarah Ahmad
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help