TribunTimur/

Pilkada Bantaeng

Diberi Rekomendasi Teguran, Sumanga'na: Tepuk Tangan Tiga Kali untuk Panwas

Rekomendasi teguran itu sebagai tindak lanjut dari laporan rivalnya yakni Tim IlhamSAH atas dugaan pelanggaran kampanye

Diberi Rekomendasi Teguran, Sumanga'na: Tepuk Tangan Tiga Kali untuk Panwas
HANDOVER
Ketua Tim Hukum Sumanga'na, Muhammad Nur Fajri (kanan) bersama Jubir Sumanga'na, Udin Jalarambang. 

Laporan Wartawan TribunBantaeng.com, Edi Hermawan

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Tim Hukum Paslon Bupati Bantaeng Andi Sugiarti Mangun Karim-Andi Mappatoba (Sumanga'na) mengapresiasi rekomendasi teguran yang diberikan oleh Panwaslu Bantaeng kepadanya.

Rekomendasi teguran itu sebagai tindak lanjut dari laporan rivalnya yakni Tim IlhamSAH atas dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan tim Sumanga'na.

Ketua Tim Hukum Sumanga'na, Muhammad Nur Fajri menyebutkan bahwa kinerja yang telah dilakukan oleh jajaran Panwaslu Bantaeng merupakan bentuk professionalisme penyelenggara.

Baca: Ingin Uji Adrenalin Sembari Liburan? Air Terjun Lengang di Maros Bisa Jadi Pilihan

Baca: VIDEO: Detik-detik Pemuda Paleteang Pinrang Ini Mencoba Bunuh Diri dengan Panjat Tiang Listrik

Profesionalisme itu ditunjukkan dalam menerima, memeriksa dan menindaklanjuti setiap laporan maupun temuan yang masuk ke Panwas.

"Rekomendasi Panwaslu ke KPU terkait dugaan pelanggaran PKPU pasal 38 ayat 3, kami terima dengan lapang dada sambil tertawa. Kami siap menerima sanksi yang diberikan," ujarnya via rilis, Jumat (13/4/2018).

Selain itu, apresiasi lain yang diberikan oleh Sumanga'na adalah tepuk tangan sebanyak tiga kali untuk Panwaslu Bantaeng yang dianggap telah profesional dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya.

Baca: Kejati Sulselbar Tunjuk 13 Jaksa Tangani Berkas Perkara Abutours

"Intinya kami sangat mengapresiasi profesionalisme dan tanggungjawabnya. Tepuk tangan tiga kali untuk Panwaslu Bantaeng dan kepada Panwaslu dan jajarannya semangatki selalu," tuturnya.

Sebelumnya, tim Paslon IlhamSAH melaporkan kampanye yang dilakukan oleh tim Sumanga'na.

Calon Bupati nomor urut dua itu dianggap melanggar karena memasang spanduk Cagub Sulawesi Selatan (Sulsel) Prof Andalan saat kampanye di Bissampole, Kecamatan Bantaeng, beberapa waktu lalu. (*)

Penulis: Edi Hermawan
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help