Segini Kasus Ditangani Polres Luwu Januari-Maret 2018

Untuk kasus curanmor Polres Luwu bekerja sama dengan Polres Soppeng, dalam mengungkap kasus tersebut dan sampai saat ini

Segini Kasus Ditangani Polres Luwu Januari-Maret 2018
desy/tribunluwu.com
Kapolres Luwu, AKBP Dwi Santoso, didampingi Kasat Reskrim, AKP Faisal Syam, saat merilis kasus tiga bulan terakhir di Warkop Topoka, Jl Topoka, Kelurahan Senga, Kecamatan Belopa, Luwu, Kamis (12/4/2018). 

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Desy Arsyad

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Kepolisian Resor (Polres) Luwu merilis jumlah kasus yang ditangani tiga bulan terakhir dari Januari hingga Maret.

Rilis dilakukan oleh Kapolres Luwu, AKBP Dwi Santoso di warkop Topoka, Jl Topoka, Kelurahan Senga, Kecamatan Belopa, Luwu, Kamis (12/4/2018).

"Dari satuan Narkoba ungkap 9 kasus, penangkapan 15 orang pelaku dengan rincian 10 orang pengedar dan lima orang pemakai dengan barang bukti sekitar 10 gram," ujar Akbp Dwi.

Masing-masing pelaku berinisial, AL (22), WK (27), BR (27), KR (30), KM (36), GN (34), AR (26), ER (35), AD (29), AS (27), KS (29), HA (28), MF (36), KR (19), dan MS (37).

Dwi Santoso juga menjelaskan, sembilan kasus ini sudah berjalan 80 persen.

"Ada yang sudah masuk tahap satu, ada sementara proses sidik. Dan masih berjalan sampai sekarang pengembangan dan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkotika," jelasnya.

Untuk satuan Reskrim sendiri hingga saat ini menangani dua kasus.

Yakni kasus pembunuhan di Dusun Lewong, Desa Rante Alang, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu. Dan kasus pencurian motor di 12 tempat kejadian perkara berbeda di Luwu.

Adapun korban kasus pembunuhan bernama Aldi (20) warga Dusun Pandoso, Desa Tallang Bulawang, Kecamatan Bajo.

Dan dua pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka Suhermanto (31), dan Asdar (28).

"Kasus pembunuhan di bulan Maret lalu alhamdulillah dalam kurun waktu 24 jam pelaku sudah kita amankan," katanya.

Untuk kasus curanmor Polres Luwu bekerja sama dengan Polres Soppeng, dalam mengungkap kasus tersebut dan sampai saat ini masih dalam tahap pengembangan.

Mengingat masih ada pelaku yang sampai saat ini masuk dalam Daftra Pencarian Orang (DPO).

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help