Cari Keadilan, Enam Korban Salah Tangkap Polres Wajo Datangi DPRD

Menurut keluarga korban, Najmiah Abbas, kasus salah tangkap tersebut terjadi bulan Februari 2018 dan telah dilaporkan ke Polres Wajo.

Cari Keadilan, Enam Korban Salah Tangkap Polres Wajo Datangi DPRD
st hamdana/tribunwajo.com
Keluarga dan korban salah tangkap Polres Wajo mengadu ke DPRD 

Laporan Wartawan TribunWajo.com, St Hamdana Rahman

TRIBUNWAJO.COM, TEMPE - Enam pemuda asal Kelurahan Laelo, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, menjadi korban salah tangkap oleh empat anggota polisi di Wajo.

Korban tersebut yaitu Sakkir, Hasbi, Rifki, Sayyu, Ciwan, dan Safar, yang dituduh atas dugaan pencurian salah satu toko di Kota Sengkang.

Mereka pun mendatangi DPRD Kabupaten Wajo didampingi puluhan keluarganya untuk mengadukan hal tersebut, Kamis (12/4/2018).

Dari empat polisi yang melakukan penangkapan tanpa surat resmi dari pimpinan tersebut, hanya dua yang dilaporkan karena diduga melakukan penganiayaan, yaitu Brigpol Akbar dan Brigpol Rahmat.

Menurut keluarga korban, Najmiah Abbas, kasus salah tangkap tersebut terjadi bulan Februari 2018 dan telah dilaporkan ke Polres Wajo.

"Tapi sampai hari ini tidak ada tindak lanjut pihak kepolisian untuk memberikan sanksi kepada dua anggotanya yang telah kita laporkan," kata Najmiah.

Lanjutnya, seolah kasus tersebut dibiarkan berlarut-larut oleh kepolisian.

"Kami minta kepastian hukum, kalau kasus ini tidak jelas, maka Polres Wajo kami anggap tidak bisa menyelesaikan kasus hukum lainnya, kami cari keadilan" jelasnya.

Dia menambahkan, kasus tersebut mencemarkan nama baik keluarga serta melukai korban secara fisik.

"Para polisi ini mendatangi korban di rumahnya dan memukili, polisi harus mendapatkan sanksi hukum seperti warga sipil lainnya,"" tambahnya.

Penulis: St Hamdana Rahman
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help