Bupati Pangkep: Kita Harus Rangkul Waria

Dia menambahkan, telah memberikan rekomendasi kepada kerukunan Waria Pangkep namun tetap dibatalkan.

Bupati Pangkep: Kita Harus Rangkul Waria
munjiyah/tribunpangkep.com
Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid memperlihatkan jam tangan kesukaannya. 

Laporan Wartawan TribunPangkep.com, Munjiyah Dirga Ghazali

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid angkat bicara soal surat pengukuhan kepengurusan kontes Waria di Kabupaten Pangkep.

"Justru kita harus rangkul mereka ke hal-hal positif. Kita juga mau gali budaya di Pangkep dan salah satu budaya terpandang itu adalah budaya Bissu. Nah Bissu ini masuk dalam kerukunan waria," kata Syamsuddin di Pangkajene, Kamis (11/4/2018).

Dilansir wikipedia, Bissu adalah kaum pendeta yang tidak mempunyai golongan gender dalam kepercayaan tradisional Tolotang yang dianut oleh masyarakat Amparita Sidrap dalam masyarakat Bugis dari Sulawesi Selatan, Indonesia.

Dia mengaku tidak bicara soal agama tapi bicara soal budaya khususnya kemanusiaan.

"Justru mereka kita ingin rangkul jadi jika ada hal negatif yang mereka lakukan kita mau arahkan ke hal lebih baik. Jadi persoalan ini tidak usalah dibesar-besarkan," ujarnya.

Dia menambahkan, telah memberikan rekomendasi kepada kerukunan Waria Pangkep namun tetap dibatalkan.

"Kalau saya akui kasih rekomendasi mereka karena saya anggap selama kegiatan itu positif kenapa tidak kita respon, tapi pengamanan tidak berikan izin yah tidak apa-apa juga," jelasnya.

Sebelumnya, sejumlah netizen ramai memberikan komentar negatif soal surat pengukuhan kepengurusan kontes Waria di Kabupaten Pangkep.

Mereka mengecam segala kegiatan yang dilakukan kerukunan waria di Pangkep hingga akhirnya pihak Kesbangpol Pangkep membatalkan kegiatan tersebut.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help