VIDEO ON DEMAND
VIDEO: Rumahnya Diancam Dilelang, Begini Curhat Nasabah BRI Sidrap
Namun, pascasuaminya meninggal, pihak BRI Sidrap kerap kali mendatanginya di rumahnya.
Penulis: Amiruddin | Editor: Hasriyani Latif
Laporan Wartawan TribunSidrap.com, Amiruddin
TRIBUNSIDRAP.COM, MARITENGNGAE - Seorang warga di Desa Tanete, Kecamatan Maritengngae, Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), Hj Rahmatia mengeluhkan ulah oknum staf Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sidrap.
Pasalnya, akibat ulah oknum staf BRI Sidrap bernama Laode itu, janda tiga anak itu selalu didatangi pihak bank, dengan ancaman rumahnya di Jl Poros Sidrap-Soppeng, tepatnya di Desa Tanete, diancam akan dilelang.
"Suami saya pernah mengambil kredit di BRI Sidrap untuk modal usaha. Namun gegara kecelakaan, suami saya meninggal dunia, usaha kami pun macet," kata Rahmatia kepada TribunSidrap.com, Rabu (11/4/2018).
Namun, pascasuaminya meninggal, pihak BRI Sidrap kerap kali mendatanginya di rumahnya.
"Mereka mengancam akan melelang rumah kami. Lantas kami harus tinggal dimana pak," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Pihak BRI Sidrap kata Rahmatia, baru menyampaikan kepadanya, jika kredit yang diambil itu tidak memiliki asuransi jiwa, setelah suaminya meninggal.
Dalam surat pernyataan yang diduga dipalsukan itu, ahli waris almarhum Nurdin Majid (suami Rahmatia) diwajibkan melunasi kredit yang telah diambil.
"Saya harus bayar pakai apa pak. Usaha bengkel saya juga tidal beroperasi, mobil peninggalan suami juga butuh modal besar untuk perbaikan," tambahnya.
Kini, Rahmatia berharap BRI Sidrap tak lagi menekan dan mengancamnya bakal melelang rumah miliknya di Desa Tanete.
"Semoga kasus ini segera selesai, apalagi saya tidak tahu menahu dengan surat pernyataan itu. Malah saya menduga tanda tangan suami saya dipalsukan pak," tuturnya.
Simak videonya:(*)