TribunTimur/

Giliran 33 Jamaah Umrah Asal Sulbar Telantar di Malaysia, Disuruh Pulang Tapi Pakai Duit Pribadi

Puluhan jamaah tersebut diberangkatkan oleh PT Ikonsultan Internasional, agen perjalanan umrah yang beralamat di Kecamatan Wonomulyo.

Giliran 33 Jamaah Umrah Asal Sulbar Telantar di Malaysia, Disuruh Pulang Tapi Pakai Duit Pribadi
DARUL AMRI
Empat Ibu Rumah Tangga (IRT) melaporkan adanya dugaan travel umrah nakal ke Mapolsek Panakulkang, Jl Pengayoman, Makassar, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, POLMAN - Puluhan jamaah umrah asal Kabupaten Polman dan Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) telantar di Kaula Lumpur, Malaysia.

Puluhan jamaah tersebut diberangkatkan oleh PT Ikonsultan Internasional, agen perjalanan umrah yang beralamat di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman.

Para jamaah tersebut tidak mendapat kepastian dari manajemen travel. Hal itu disampaikan langsung SC, anak salah seorang anak dari jemaah, saat dihubungi TribunSulbar.com, Rabu (11/4/2018)

"Mereka belum mendapat kejelasan terkait pemberangkatan ke Tanah Suci dari pihak travel PT Ikonsultan Internasional yang memberangkatkan. Disebabkan visa telah mengalami kadaluarsa," kata SC yang meminta namanya diinisialkan.

Baca: Resmi Jadi Tersangka, Polres Barru Segera Limpahkan Bos Travel Umrah PT Shafamarwah ke Kejari

Baca: Kasihan, Tukang Becak Maros Ini Nabung 8 Tahun Demi Umrah, Kini Jadi Korban Abu Tours

Ia menyebutkan, ada sekitar 33 jamaah tidak bisa diberangkatkan ke Madinah karna masalah visanya. "Itu jamaah sejak 8 April di Malaysia dan sampai saat ini masih terkatung-katung," ujarnya.

Dijelaskan, awalnya para jamaah yang diberangkatkan berjumlah 83 orang dan jamaah ini dibagi menjadi dua rombongan yang berangkat dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

"Namun yang anehnya 33 jemaah ini malah hanya sampai di Malaysia. Sementara solusi yang diberikan oleh pihak travel akan dipulangkan kembali ke Indonesia. Tapi disuruh tanggung pribadi masing-masing biaya kepulangan," kata dia.

"Travelnya seolah mau lepas tanggung jawab. Sementara jamaah yang akan dipulangkan kembali ke Indonesia harus menanggung biaya pulang masing-masing," lanjutnya.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help