Phyton Polres Mamuju Gagalkan Peredaran 1 Kg Sabu-sabu Dari Samarinda

Dalam pengungkapan tersebut, personil Team Phyton, meringkus dua orang tersangka berinisial DG (29) dan AL (32) warga Kota Palu

Phyton Polres Mamuju Gagalkan Peredaran 1 Kg Sabu-sabu Dari Samarinda
nurhadi/tribunsulbar.com
Kasat Narkoba Polres Mamuju AKP Andi Sukri memperlihatkan barang bukti 1 kg Sabu-sabu dan enam butir ekstasi di ruangan Satres Natkoba, di Jl. Ks Tubun, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Sulbar, Selasa (10/4/2018). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Team Python Mamuju'>Polres Mamuju, kembali mengungkap peredaran narkotika, jenis sabu di Jl. Andi Makkasau, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Sulbar, pada Sabtu 7 April 2018.

Dalam pengungkapan tersebut, personil Team Phyton, meringkus dua orang tersangka berinisial DG (29) dan AL (32) warga Kota Palu Sulawesi Tengah.

Selain itu, Team Phyton juga berhasil menyita barang bukti narkotikan jenis sabu seberat 1 kilogram dan enam butir pil ekstasi, serta satu unit handphone merek nokia warna hitam.

Kapolres Mamuju AKBP Muhammad Rivai Arvan mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan pengungkapan terbesar dan terbanyak di Provinsi Sulbar.

"Ini merupakan pengungkapan terbesar di wilayah Sulbar, karena jika diuangkan hal barang haram ini bisa mencapai Rp 2 miliar," kata AKBP Arvan kepada TribunSulbar.com, Selasa (10/4/2018).

Berdasarkan hasil interogasi awal pihak kepolisian, dua orang tersangka tersebut merupakan seorang kurir yang diperintahkan oleh bosnya berinisial A (29) di Kota Palu, Sulteng, mengambil barang di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

"Setelah mengambil paket narkotika, para pelaku rencananya akan membawa paket tersebut ke Kota Palu, mereka menyebrang menggunakan kapal feri di Pelabuhan Mamuju, namun aksinya berhasil di gagalkan oleh Team Python," ujar Arvan.

Arvan menjelaskan, penangkapan tersebut merupakan hasil kerja keras Team Python, yang melakukan penyelidikan selama dua bulan sehingga kasus tersebut dapat dibongkar oleh team elit yang ia bentuk.

"Saat ini kami masih melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang diduga kuat bersembunyi di Kota Samarinda dan Kota Palu," kata dia.

Ia membeberkan, atas perbuatan kedua pelaku diancam dengan pasal 112 ayat (2) dan pasal 114 ayat (2) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana hukuman mati.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved