CITIZEN REPORTER

Saut Situmorang bicara Kesusastraan di Kampus UMI

Sastrawan Nasional Saut Situmorang menjadi pembicara dalam kegiatan workshop kesusastraan yang diadakan Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris

Saut Situmorang bicara Kesusastraan di Kampus UMI
CITIZEN REPORTER
Sastrawan Nasional Saut Situmorang menjadi pembicara dalam kegiatan workshop kesusastraan yang diadakan Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris (Himsi) Fakultas Sastra, Universitas Muslim Indonesia (UMI), di aula Al-Jibra Kampus II UMI, Sabtu (7/4/18). 

Muhammad Riswan Hulalata

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMI

Melaporkan dari Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM-Sastrawan Nasional Saut Situmorang menjadi pembicara dalam kegiatan workshop kesusastraan yang diadakan Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris (Himsi) Fakultas Sastra, Universitas Muslim Indonesia (UMI), di aula Al-Jibra Kampus II UMI, Sabtu (7/4/18).

Acara yang bertemakan Sastra, Negara dan Perubahan Sosial ini dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Sastra UMI, Prof. Dr. H Basri Dalle, M.Hum sekaligus diberikan kesempatan memberikan sambutan mengenai kegiatan workshop kesusastraan.

Dalam sambutannya, Dekan mengapresiasi panitia dan pengurus lembaga yang telah mendatangkan sastrawan nasional terkenal dari jogjakarta, yang selama ini beliau hanya mengenal namanya dan belum pernah bertemu.

“Sebenarnya bapak Saut Situmorang bukan nama yang baru bagi saya pribadi, saya kenal namanya, cuma Alhamdulillah baru hari ini, saya bertemu langsung dengan orangnya, beliau seorang sastrawan terkenal, dan sudah lama saya kenal dan baru ini saya bertemu, ini kerjasama yang baik dari panitia dan pengurus lembaga,” ujarnya.

Gunawan Songki selaku moderator workshop kesusastraan membuka workshop dengan memberikan kesempatan kepada pemateri pertama yakni Dr. Andi Mulyani kone, M.Hum yang merupakan Wakil Dekan II Fakultas Sastra UMI.

Dalam penjelasan singkat, Andi Mulyani mengatakan bagaimana kesusastraan dan sastra, dimana sastra banyak berbicara mengenai masalah fakta. Pengungkapan dari fakta artistik, tentang kehidupan manusia, kehidupan masyarakat, dan harus dengan bahasa sebagai medianya.

“Sastra itu suatu art atau seni, mahasiswa sastra perlu adanya suatu keindahan, sedangkan kesusastraan itu ada prosa, puisi, drama. Prosa masuk dalam novel, story, kemudian puisi dan drama. Yang utama dalam novel adalah alur, plotnya atau tokoh,” kata dosen kesusastraan ini.

Halaman
12
Penulis: CitizenReporter
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help