Motivasi Staf OJK Sulampua, Motivator Aqua Dwipayana: Ada 5 Hal Agar Komunikasi Efektif

Menurutnya, kondisi globalisasi saat ini membuat lapangan kerja semakin luas. Sayangnya masih ada lulusan ilmu komunikasi yang menganggur.

Motivasi Staf OJK Sulampua, Motivator Aqua Dwipayana: Ada 5 Hal Agar Komunikasi Efektif
fadli/tribuntimur.com
Motivator Aqua Dwipayana memberi motivasi bertemakan Kekuatan Komunikasi dalam Meningkatan Kinerja Pegawai Lingkup Otoritas Jasa Keuangan di Kantor OJK KP Sulampua Jl Sultan Hasanuddin Makassar, Jumat (6/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Motivator Aqua Dwipayana memberi motivasi bertemakan Kekuatan Komunikasi dalam Meningkatan Kinerja Pegawai Lingkup Otoritas Jasa Keuangan di Kantor OJK KP Sulampua Jl Sultan Hasanuddin Makassar, Jumat (6/4/2018).

Menurutnya, kondisi globalisasi saat ini membuat lapangan kerja semakin luas. Sayangnya masih ada lulusan ilmu komunikasi yang menganggur.

"Berarti yang disalahin orangnya. Waktu kuliah ngapain aja, karena akhirnya peluang kerja lulusan komunikasi diisi jurusan lain," ujarnya.

Pria dari Pematang Siantar ini menyarankan mahasiswa selama kuliah harus memperkaya diri. Setelah semester 4 harus mulai magang, saat magang cari pengalaman bukan cari uang.

"Minta surat pengalaman dan keterangan magang, itu modal buat cari kerja," ujarnya.

Dicontohkan, dirinya memanfaatkan ilmu komunikasi hingga bisa menjadi motivator dengan penghasilan Rp 30 juta per jam. Aqua juga sempat mengawali karir sebagai wartawan selama enam tahun, humas 10 tahun hingga konsultan komunikasi.

"Era globalisasi juga menuntut kemampuan bahasa yang banyak. Di Korea selatan tiap tahunnya beasiswanya ada yang tidak terserap, karena beasiswa diberikan berdasarkan kemampuan bahasa," jelasnya.

Dalam pesannya, bapak dua anak ini menyebut ada lima hal yang efektif saat berkomunikasi dengan orang lain bagi generasi milenial yang harus dipertahankan. Yaitu REACH, R berarti respek, E adalah empati, A beradiaudibel, C yakni chariti (dermawan), dan H yang mempunyai arti humble (rendah hati/tidak sombong).

“Hati harus selalu positif terhadap apapun, jangan diisi dengan yang tidak penting. Yang rugi kita sendiri,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help