Pengguna KIS di Poskesdes Alatengae Maros Dimintai Biaya?

Padahal setahu Nirwana, warga kurang mampu dan memiliki KIS, persalinannya digratiskan oleh bidan.

Pengguna KIS di Poskesdes Alatengae Maros Dimintai Biaya?
REPRO TRIBUN TIMUR/ANSAR
Kartu Indonesia Sehat (KIS) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Warga miskin yang bersalin di Poskesdes Desa Alatengae, Bantimurung, Maros, dimintai uang mulai Rp 400 sampai Rp 900 ribu. Biaya yang dikeluarkan pasien, tergantung dari fasiltas kesehatan yang digunakannya.

Seorang warga pengguna Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Desa Alatengae, Bantimurung, Nirwana, mengaku, Kamis (5/4/2018) dimintai uang persalinan sebesar Rp 400 ribu, oleh oknum Poskesdes, saat akan melahirkan, pekan lalu.

Padahal setahu Nirwana, warga kurang mampu dan memiliki KIS, persalinannya digratiskan oleh bidan. Namun hal tersebut tidak dilakukan Poskesdes.

"Saya punya KIS, makanya saya bersalin di Puskesdes, ternyata masih ada pembayaran. Saya kira gratis persalinan kalau ada KIS. Terpaksa saya bayar," kata Nirwana.

Nirwana terpaksa meminta suaminya untuk mencari uang pinjaman. Pasalnya, uang yang disipakannya tidak cukup. Hal tersebut dilakukannya demi mendapatkan perawatan dan pelayanan medis.

"Harus dibayar, kalau tidak, maka kita tidak dilayani maksimal. Saat itu, uang saya tidak cukup, makanya harus pinjam uang ke tetangga," katanya.

Hal yang sama dialami oleh seorang warga Dusun manjalling, Amma. Dia mengaku kaget saat diharuskan membayar biaya persalinan oleh oknum bidan Poskesdes.

Amma juga menggunakan KIS. Jenis kartu tersebut memiliki fungsi untuk memberikan jaminan kesehatan kepada warga miskin, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara garatis.

Pemegang kartu KIS tersebut, bisa mendapat fasilitas kesehatan tingkat pertama dan tingkat lanjut.

"Katanya pengguna KIS tidak dimintai biaya persalinan. Tapi buktinya, saya tetap saja membayar. Tidak ada gunanya itu KIS. Pasien miskin, tetap saja dipaksa keluarkan uang," katanya.

Menurutnya, warga yang bersalin tanpa menggunakan KIS dimintai biaya persalinan sebesar Rp 900 ribu.

Warga berharap, Dinas Kesehatan (Dinkes) segera menindak oknum medis yang memita biaya kepada pengguna KIS.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pihak Dinas Kesehatan dan Poskesdes. (*)

Penulis: Ansar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved