Besok, Polda Sulbar Panggil Tersangka Kasus Utang Piutang Pemkab Mamuju

Ia menjelaskan, pemanggilan tersangka merupakan upaya penyidik untuk terus mengungkap kasus yang kini jadi perhatian publik

Besok, Polda Sulbar Panggil Tersangka Kasus Utang Piutang Pemkab Mamuju
nurhadi/tribunsulbar.com
Surat pemanggilan tersangka

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Masih hangat diperbincangkan di tengah masyarakat Kabupaten Mamuju, mengenai utang piutang oknum pejabat kepada pengusaha, yang mengatasnamakan Pemkab Mamuju.

Baca: Lewat IG, Hotman Paris Sebut Ada Oknum Pejabat Nakal di Mamuju, Suka Minjem Duit

Kasus yang sedang dalam Polda Sulawesi Barat (Sulbar) yang menyeret nama mantan bendahara Pemkab Mamuju, Abdul Gafur, dalam kasus tersebut saat ini masih menjadi buah bibir kalangan masyarakat Mamuju.

Dirkrimum Polda Sulbar Kombes Pol Yaved Duma Parembang saat konfirmasi via telepon mengatakan, Kamis (5/4) pihaknya akan memanggil tersangka untuk kembali dimintai keterangan dalam perkara itu.

Ia menjelaskan, pemanggilan tersangka merupakan upaya penyidik untuk terus mengungkap kasus yang kini jadi perhatian publik Mamuju sampai keakar-akarnya.

"Besok kita jadwalkan untuk pemanggilan tersangka. Semua masih berproses, sebenarnya kita sudah panggil pekan lalu, tapi karena tersangka ini lagi ada kegiatan di Jakarta, jadi kita jadwalkan ulang besok," ujar Kombes Pol Yaved Duma Parembang.

Belakang diketahui, Abdul Gafur bertandang ke ibu kota dalam agendanya meminta perlindungan hukum ke pengacara kondang Razman Arif Nasution.

Razman Arif pun menyatakan kesediaannya untuk mendampingi Abdul Gafur pada penyelesaian kasus ini. Bahkan, ia berencana akan menyambangi Polda Sulbar.

"Tidak ada masalah. Kalau misalnya tersangka meminta perlindungan hukum ke pengacara, kami tidak ada masalah. Itu juga dijamin sama Undang-Undang," kata Yaved.

Baca: Kasus Pinjam Duit Warga Mamuju Viral di @hotmanparisofficial, Ini Penjelasan Polda Sulbar

"Kalau misalnya tersangka meminta untuk melakukan rekonstruksi ulang terkait penanganan kasus ini. Atau katakanlah gelar perkara kembali, yah kita lihat saja nanti. Yang jelas, kami tidak pernah melakukan hal itu. Itu sudah domainnya penyidik," tambahnya.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved