Anak-anak Rawan Terlibat Narkoba, Granat Maros Nilai Peran Orangtua Bisa Jadi Benteng

Muh Bakri menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan Pilot Project Sinergi Layanan Lembaga Perlindungan Hak Perempuan di Maros

Anak-anak Rawan Terlibat Narkoba, Granat Maros Nilai Peran Orangtua Bisa Jadi Benteng
ANSAR
Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Maros, Muh Bakri menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan Pilot Project Sinergi Layanan Lembaga Perlindungan Hak Perempuan di Maros, kantor Camat Bantimurung 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Maros, Muh Bakri menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan Pilot Project Sinergi Layanan Lembaga Perlindungan Hak Perempuan di Maros, kantor Camat Bantimurung, Selasa (3/4/2018).

Kegiatan tersebut digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sulawesi Selatan.

Bakri mengatakan Granat terlibat dalam pilot project tersebut, karena semakin maraknya pelibatan anak dibawah umur dalam kasus narkoba.

Baca: Maksimalkan Perlindungan Anak, PPPA Sulsel Buat Pilot Project di Sulsel

Saat ini, para bandar menyasar anak untuk dijadikan pengedar atau kurir sabu. Hal itu dipilih bandar, lantaran hukuman anak berbeda dengan orang dewasa.

"Narkoba menjadi salah satu ancaman hancurnya generasi. Peran orangtua, khususnya ibu diharapkan menjadi benteng pertahanan anak, supaya terhindar dari narkoba," katanya.

Menurut Bakri, peran perempuan dalam pencegahan peredaran narkoba sangat efektif. Pasalnya, sebagian besar perempuan peduli dengan kehidupan anak dan juga suaminya.

"Perempuan berdaya harus menjadi penangkal narkoba. Peran perempuan sebagai ibu dan istri itu sangat besar di keluarga. Kita tidak mau ada kejadian di Maros, ada perempuan yang dimanfaatkan jadi pengedar," ujarnya.(*)

Penulis: Ansar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help