Malang, Balita Penderita Hidrosefalus Tertipu Dokter Gadungan di Wahidin

Dirinya baru sadar telah ditipu setelah keluarga pasien lainnya yang juga kena tipu mengadu ke pihak RS.

Malang, Balita Penderita Hidrosefalus Tertipu Dokter Gadungan di Wahidin
handover
Terduga dokter gadungan di RS Wahidin Sudirohusodo. 

Laporan Wartawan TribunWajo.com, St Hamdana Rahman

TRIBUNWAJO.COM, TEMPE - Keluarga Ahdan Latif, pasien hidrosefalus berusia 1,5 tahun asal Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan yang dirawat di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar ditipu dokter gadungan.

Kakak Ahdan, Rika Mandasari mengatakan, ia telah memberikan uang senilai Rp 6 juta kepada dokter laki-laki yang ia kenal bernama dr Rizki.

Total uang tersebut diangsur empat kali. Pertama kali menyerahkan uang sebelum adiknya dioperasi sebanyak Rp 1,3 juta, lalu kedua kalinya usai operasi untuk biaya kelainan ginjal dan kornea mata sebanyak Rp 950 ribu.

"Ketiga kalinya dia minta Rp 1,5 juta, dan terkahir saya kasi lagi Rp 2,5 juta karena katanya detak jantung adik saya harus dimaksimalkan," ujarnya kepada TribunWajo.com, Sabtu (31/3/2018).

Baca: Sejak Lahir Balita Penderita Hidrosefalus di Palopo Ini Ditinggal Orangtua, Sedih

Baca: Kunjungi Bocah Penderita Hidrosefalus, Ini Janji Kepala Dinkes Luwu Utara

Dirinya baru sadar telah ditipu setelah keluarga pasien lainnya yang juga kena tipu mengadu ke pihak RS.

"Pasien itu mengadu karena sudah bayar tapi kok tidak ada pemberian obat. Ternyata bayar sama dokter gadungan," tuturnya.

Dikatakan, uang yang ia serahkan kepada dokter gadungan tersebut merupakan hasil galang dana melalui media sosial (medsos).

"Uang yang saya pakai bayar itu Rp 4 juta lebih bantuan medsos, ada juga dari kerabat. Kami mau sekali lihat Ahdan sembuh jadi percaya saja sama dokter gadungan itu," katanya melalui sambungan telepon.

Sejak 23 Maret hingga kini, Ahdan balita malang penderita hidrosefalus masih dirawat di Ruang Lontara 3, kelas 6 RS Wahidin Sudirohusodo.(*)

Penulis: St Hamdana Rahman
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help